Saturday, 23 April 2016

Terlindas Truk, Bambang Pamungkas Tewas

 
Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korbannya meninggal dunia kembali terjadi di jalur pantura Kota Pekalongan, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, depan asrama Brimob, Kamis (14/4) siang. Kali ini, korbannya adalah seorang pengendara sepeda motor bernama Bambang Pamungkas (27), warga Lamper Tengah, Semarang.

BambangKorban meninggal di tempat kejadian, setelah motor yang dikendarainya diduga menabrak bagian belakang mobil angkot, kemudian korban terjatuh dan terlindas truk yang sedang melintas di lokasi.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Ketika itu, korban yang sedang mengendarai sepeda motor Honda Revo bernomor polisi H-5963-DD melaju dari arah timur (Semarang). Sesampainya di lokasi, ada sebuah mobil angkot jurusan Pekalongan-Kedungwuni-Kajen dari arah timur yang sedang berhenti di kiri jalan.

Diduga, korban hendak menghindari angkot tersebut. Naas, motor korban menabrak lampu sein sebelah kanan belakang dari angkot itu. Korban berikut sepeda motornya terpelanting ke arah kanan depan. Bersamaan dengan itu, ada sebuah truk pengangkut papan cor bernopol K-1890-BC sedang melaju searah, dari timur ke barat.

Tubuh korban yang sudah terjatuh ke aspal pun langsung terlindas roda belakang sebelah kiri dari truk yang dikemudikan Ahmad Choirudin (30), warga Jepara. Korban pun menderita luka parah pada pundak kanan dan perut, dan meninggal di lokasi kejadian.

Anggota Satlantas Polres Pekalongan Kota yang tiba di lokasi segera mengevakuasi jasad korban ke kamar mayat RSUD Bendan. Sedangkan sopir angkot dan sopir truk berikut kernetnya serta kendaraan yang terlibat dibawa ke Unit Lakalantas Polres Pekalongan Kota guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sopir angkot, Dulatif (52), warga Ambokembang, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, mengaku saat kejadian dirinya tak tahu persis bagaimana korban bisa terjatuh dan terlindas truk. “Waktu itu saya berhenti di situ sudah sekitar lima menitan, saya masih mengurusi penumpang yang turun dan mau bayar. Tiba-tiba ada suara duarr di belakang. Kata penumpang saya, ada orang naik motor yang ditabrak truk kemudian terlempar dan mengenai kendaraan saya,” ujarnya.

Sementara, sopir truk, Ahmad Choirudin, mengaku tak tahu kalau truknya melindas korban. Waktu itu, dia tidak melihat ada kejadian tersebut. Dia baru tahu ada pengendara motor yang mengalami kecelakaan setelah dirinya dihentikan oleh seorang pengemudi mobil yang melintas searah dengannya.

Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Alan Haikal, melalui Kanit Lakalantas Ipda Darwoto, menjelaskan berdasar pemeriksaan saksi, insiden maut itu diduga berawal ketika pengendara sepeda motor melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sekitar 60 km/jam.

“Sesampainya di TKP ada angkot yang berhenti menurunkan penumpang. Karena mungkin si pengendara motor kaget ada mobil yang berhenti di depannya, dia kemudian menabrak bagian belakang sebelah kanan dari angkot tersebut. Korban lalu terjatuh. Posisi jatuhnya korban itu mungkin terlalu dekat dengan truk yang saat itu berjalan searah dari timur ke barat. Akhirnya korban terlindas ban truk bagian kiri belakang, dan korban meninggal di lokasi kejadian,” terangnya.

Thursday, 14 April 2016

Inilah Enam Orang yang Salat Bersama Setan


Mencapai perasaan khusuk dalam salat bukanlah perkara mudah. Ada saja tindakan atau pikiran yang pada akhirnya mengurangi kekhusukkan dalam salat. Hal tersebut tidak terlepas dari ulah dan tipu daya setan.

Golongan yang tercipta dari api  ini senantiasa menggoda manusia agar salatnya tidak sempurna. Itulah mengapa manusia harus selalu waspada, terutama saat melaksanakan ibadah wajib ini.

Enam orang ini bersama setan saat sedang menjalankan salatnya. Bukan mengikuti manusia melaksanakan salat, namun setan tidak berhenti mengganggu hingga manusia tidak berdaya. Siapa saja enam orang tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

1. Orang yang was-was dalam niat

Orang pertama yang bersama setan saat salat adalah mereka yang merasa was-was dalam niat. Biasanya perasaan was-was ini akan berlangsung hingga saat salat. Hal itu membuat orang ragu terkait rukun salat yang seharunya dijalankannya. Misalnya saja lupa jumlah rakaat dan lupa bacaan.

Jika mengalami ini anda patut waspada, karena sebenarnya anda tengah bersama dengan setan yang menggoda. Setan Menghembuskan Was-was dan Syubhat  dalam diri manusia.

Hal ini sudah dilakukan sejak awal permusuhannya dengan Allah SWT. Yakni ketika setan menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa untuk memakan buah Khuldi.

“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat (waswas) kepadanya, dengan berkata,”Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (kekekalan) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” [Thâhâ/20:120].

2. Orang yang ingat itu dan ini
Diantara kita pasti sering mengalami hal ini. Saat sedang khusuk salat, tiba-tiba teringat hal ini dan itu. Ternyata setan tidak akan membiarkan manusia salat dengan khusuk. Mereka akan terus mengganggu ibadah manusia dengan menghadirkan banyak pikiran-pikiran di kepala manusia.

Ada suatu kisah pasa saat Imam Hanafi masih hidup. Seseorang datang kepadanya karena lupa meletakkan sesuatu barang. Imam Hanafi menyuruhnya untuk salat dengan khusuk sepanjang malam dan berdoa kepada Allah agar barang yang hilang dapat ditemukan.

Saat menjalankan perintah tersebut, ternyata baru setengah malam saja orang yang kehilangan barang tadi bisa mengingat dimana ia meletakkan barangnya.

Keesokan harinya Ia bertanya kepada Imam Hanafi mengapa demikian. Sang Imam kemudian menjawab, bahwa  setan tidak akan senang apabila seorang hamba khusyu dalam sholatnya, sehingga setan akan membuatnya mengingat apa yang ia lupakan saat sholat.

3. Orang yang merasa ragu buang angin

Hal ini juga sering dialami oleh banyak orang. Saat selesai wudhu atau tengah salat, tiba-tiba terasa seperti buang angin. Ternyata perasaan ragu buang angin atau tidak merupakan sebuah gangguan yang setan hembuskan untuk mengacaukan sholat seseorang.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian merasakan hal itu, maka janganlah membatalkan shalatnya hingga dia mendengar suaranya atau mencium baunya tanpa ragu.”(H.R Ahmad)

4. Orang yang tidak fokus pada sholat
Tidak fokus saat melaksanakan salat juga menjadi salah satu pertanda bahwa setan sedang bersamanya. Tidak fokus bisa saja disebabkan hal-hal yang dapat mencuri perhatian saat salat. Misalnya hp berdering, memikirkan kendaraan yang sedang diparkir karena takut hilang dan banyak lagi.  Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu 'anha, ia berkata:

“Saya bertanya kepada Rasulullah tentang hukum menengok ketika sholat”. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Itu adalah curian setan atas sholat seorang hamba”. (H.R Bukhari)

5. Orang yang sholatnya tergesa-gesa
Karena ingin mengerjakan hal lain, biasanya seseorang salat dengan cepat dan tergesa-gesa. Sebaiknya anda lebih berhati-hati lagi terhadap hal ini. Karena sebenarnya, ini pertanda bahwa anda sedang bersama setan. Rasulullah SAW melawang umatnya melakukan hal itu. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :

“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (H.R Ahmad)

Dalam hal ini Rasulullah menganggap perbuatan mencuri dalam sholat lebih buruk daripada mencuri harta.

6. Wanita yang shalat ke masjid menggunakan wangi-wangian
Ternyata wanita yang ke mesjid dengan menggunakan wewangian juga didekati oleh setan. Dengan aroma-aroma tersebut setan justru lebih mudah untuk membuat salat orang yang ada disekitar wanita yang memakai wewangian agar tidak khusuk. Menggunakan wangi-wangian saat ke masjid adalah salah satu perbuatan yang Rasulullah larang.

Rasulullah bersabda, yang artinya : “Jika salah satu dari kalian(para wanita) hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali menyentuh wewangian.”(H.R Muslim)

Semoga kita cepat menyadari ketika mengalami enam hal di atas. Jangan sampai ikut terpedaya. Dan hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Wallahu A'lam Bishawab.

Tuesday, 5 April 2016

Ketampanan Nabi Yusuf AS


Nabi Yusuf alaihissalam digambarkan sebagai sosok Nabi yang paling tampan. Menurut ulama, Nabi Yusuf secara khusus memiliki setengah ketampanan semua manusia. Sementara setengah ketampanan sisanya, terbagi pada semua manusia lainnya. Ketampanannya juga disebut menjadi penyebab dirinya di penjara oleh pemerintah Mesir.


Para petinggi negeri tersebut tidak mampu menahan kendali para istrinya yang begitu jatuh hati kepada Yusuf. Mereka menganggap Yusuf bukan manusia biasa, melainkan jelmaan Malaikat. Bahkan istri perdana menteri Mesir kala itu, Zulaikah, begitu tergila-gila kepadanya dan mencoba merayunya. Sehingga untuk meredam hal itu, mereka memenjarakan anak dari Nabi Yakub tersebut hingga bertahun-tahun.

Bagaimana sebenarnya ketampanan Nabi Yusuf sehingga Ia begitu menimbulkan huru-hara di kalangan wanita? Hal ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan manusia saat ini tentang sosoknya yang dinilai paling tampan. Beberapa ayat Al-Qur’an dan hadist memberikan gambaran tentang bagaimana ketampanan Nabi Yusuf.

Zulaikah yang begitu tergila-gila dengan Nabi Yusuf kemudian disalahkan oleh para wanita karena mencintai pria yang bukan suaminya. Ia lantas mengundang para wanita tersebut ke rumahnya untuk dijamu buah-buahan lengkap dengan pisau untuk mengupasnya.

Setelah itu, Nabi Yusuf diminta untuk berjalan ditengah-tengah para wanita yang tengah mengupas buah tersebut. Alhasil mereka bukan mengupas buah, namun tidak sadar melukai tangannya karena terpesona dengan ketampanan nabi ini. Hal ini dijelaskan dalam Al-qur’an surat Yusuf: 31 yang artinya:

“Tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum dengan keelokan wajahnya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.” (QS. Yusuf: 31).

Inilah yang kemudian membuatnya dipenjara oleh pemerintah Mesir. Psalnya berita itu telah menjadi perbincangan dan pemerintah merasa kewibawaannnya dipertaruhkan. Akhirnya pemerintah menangkap Nabi Yusuf as dan memasukkannya ke dalam penjara.

Nabi Muhammad SAW juga menggambarkan bagaimana ketampanan Nabi Yusuf. Hal ini terjadi saat baginda Rasulullah dijemput malaikat Jibril saat melaksanakan Isra’Mi’raj untuk menjemput perintah shalat. Saat itu Rasulullah bertemu dengan Nabi Yusuf AS saat berada di langit ketiga. Komentar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ketemu beliau,

Di sana saya bertemu Yusuf alaihis shalatu was salam, ternyata beliau diberi setengah ketampanan. (HR. Muslim 429).

Ibnul Qoyim menjelaskan makna hadis, bahwa dapat dipahami dari hadis bahwa Yusuf ‘alaihis salam secara khusus memiliki setengah ketampanan semua manusia. Sementara setengah setampanan sisanya terbagi pada semua manusia lainnya. (Badai al-Fawaid, 3/723)

Nabi Yusuf as (sekitar 1745-1635) adalah Nabi yang diutus setelah Nabi Ya’qub as. Beliau adalah anak ke tujuh dari dua belas putera puteri Nabi Ya’qub as. Nabi Yusuf as merupakan cucu dari Nabi Ishaq as.

Kehidupan Nabi Yusuf as diwarnai oleh suka dan duka. Banyak orang jahat yang berada di sekelilingnya bahkan saudaranya sendiri. Mereka berencana untuk membunuh Nabi Yusuf karena perasaan iri. Rencana tersebut mereka lakukan ketika Nabi Yusuf as masih kecil, saudara-saudara Nabi Yusuf memasukkannya ke dalam sebuah sumur.

Namun, nasib baik masih menghampiri NabiYusuf as. Setelah ia ditemukan oleh seseorang dan mengeluarkannya dari sumur dan menjualnya ke pasar. Nabi Yusuf dibeli dengan harga yang sangat murah kala itu. Cobaan lain di hadapi ketika harus menghindari rayuan dari Zulaikah yang merupakan isteri seorang pria yang mempunyai jabatan penting kala itu. Fitnah yang dilancarkan Zulaikah membuatnya harus mendekam di dalam penjara.

Ketika di penjara, beliau mampu mentakwilkan mimpi sang raja yang membuatnya berhasil dibebaskan. Bahakan setelah keluar dari penjara, dirinya justru menjadi menteri dari raja yang pertama.

Setelah beberapa waktu, akhirnya Nabi Yusuf as dapat bertemu kembali dengan seluruh keluarganya, termasik dengan ayahnya. Kemudian, Ia memulai aktivitas dakwahnya di jalan Allah Yang Maha Esa dari panggung kekuasaan. Ia melaksanakan rencana Allah dan menunaikan perintah-Nya.

Itulah sekilas mengenai Biografi Nabi Yusuf as yang memiliki ketampanan yang tidak dimiliki manusia saat ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan pembaca mengenai cerita dan biografi para Nabi. Terimakasih telah membaca.

Monday, 4 April 2016

KALAU ANDA BENAR-BENAR CINTA ISLAM TOLONG DI BAGIKAN!!! NAUZUBILLAH!!!!


  "APRIL MOP" HARI KETIKA UMAT ISLAM DI BANTAI MARI KITA DO'A KAN PARA PEJUANG ISLAM SEMOGA MATI SAHID MASUK SURGA NYA ALLAH, AMIEN. TOLONG SEBARKAN KE SEMUA UMAT ISLAM.

Pernah Dengar April Mop ? Hari yang menghalalkan berbohong. Dimana setiap tangal 1 April, sebagian orang menyebut hari itu dengan perayaan April Mop. lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. April Mop atau April Fools’ Day ditandai dengan aksi tipu-menipu dan candaan terhadap orang lain dengan tujuan mempermalukan mereka yang mudah ditipu.

Mulai tahun 1582, Perancis sudah memperingati April Mop saat masa pemerintahan Raja Charles IX. Kala itu, Paus Gregory XIII merombak penanggalan kalender yang semula 1 tahun hanya terdiri dari 10 bulan menjadi 12 bulan seperti penanggalan kalender Masehi sekarang.

Sehingga, perayaan tahun baru yang semula dirayakan mulai tanggal 25 Maret hingga pada 1 April, dimajukan ke tanggal 1 Januari. Tetapi, rakyat Perancis menentang keputusan Paus. Para warga akhirnya menetapkan perayaan 1 April sebagai Tahun Barunya.

Perilaku mereka ini malah ditertawakan oleh sejumlah masyarakat lainnya yang meledek mereka dengan cara memberikan lelucon palsu. Meski diledek, masyarakat Perancis terus bertingkah aneh setiap tanggal 1 April dan menjadikannya sebuah tradisi tahunan. Memasuki tahun 1782, tradisi itu justru ditiru oleh orang Inggris yang selanjutnya mempopulerkannya ke seluruh dunia.

Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya menurut islam? maka dari itu sebagai umat islam kita harus tahu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain.

Sejarah April Mop


Kebohongan yang konyol di april mop
April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di


sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah
mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam
Spanyol.
Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

pebantaian umat islam dihari april mop
Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Sejatinya Islam mengharamkan Umatnya untuk berbohong, April Mop ini sungguh bertolak belakang dengan Hukum syariah umat islam Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari.

Friday, 1 April 2016

KELUARGAKU DULU CINA KAFIR, SEPERTI KAU SERING TERIAKKAN..!


Tak ada yang bisa memilih, kita akan lahir di rahim siapa, berkulit apa, dan dimana. Saya, 7 bersaudara:

6 Muslim, 1 Nasrani.

5 orang menikah dengan ‘pribumi’.

Ayah masuk Islam di usia 73 tahun, setahun sebelum meninggal.

Ibu masuk Islam tahun lalu, di usia 79 tahun.

Ayah dan Ibu suku Tionghoa atau Anda sering menyebut dengan ‘Cina’.

Saya dan keluarga tak pernah teriak, “Si Kafir itu…” kepada siapapun. Kenapa?

Mau nyimak cerita Ayah saya?

Ayah saya adalah sosok nasionalis dan idealis tulen yang saya kenal. Cita-citanya menjadi ABRI tak terpenuhi, karena orang tua tak mengijinkan. Kakak pertama saya melanjutkan cita-cita itu sebagai ABRI. Kakak ketiga gagal menjadi ABRI, karena mata sedikit minus. Jika ditanya, “Papah gak pengin jalan-jalan keluar negeri?” Jawabnya, “Ngapain? Indonesia aja bagus, gak habis keliling Indonesia”.

18 tahun kerja di bank swasta, dengan prestasi terakhir menaikkan revenue perusahaan 20 kali lipat dalam 5 tahun menjabat, ‘dipaksa’ mengundurkan diri karena membela seorang karyawan baru ‘pribumi’, yang akan digeser oleh titipan direksi (tionghoa) yang rasialis.

Kemudian beliau melanjutkan kerja di usia 50 an, sebagai manajer keuangan di suatu perkebunan di Lampung. Percakapan yang paling saya ingat saat berkunjung kesana, “Ya’ (panggilan saya), coba lihat, orang-orang (buruh) itu dibayar dibawah angka kebutuhannya (UMR). Kalau mereka punya anak 3 atau lebih, gak akan cukup untuk hidup, maka mereka akan ‘maling’. Suatu saat, kalau kamu jadi bos, jangan pernah bayar karyawanmu dibawah angka kebutuhannya.”

5 tahun bekerja sebagai manajer keuangan, membuat ayah saya dikeluarkan, karena membongkar sindikat koruptor yang melibatkan adik pemilik perusahaan. Saat malam terakhir di Lampung, saya mendampingi dan mendengar ta’mir (pengurus) masjid setempat berkata, “Kami sangat kehilangan Pak Untung (ayah saya). Selama Pak Untung disini, ibadah kami, Bapak permudah. Pak Untung sudah seperti orang tua kami.”, air mata saya pun berlinang. Saat itu ayah saya belum memiliki agama, masih Kong Hu Cu (tradisi).

Di usia 55 tahun lebih, ayah melanjutkan bekerja di Purbalingga. Memilih tinggal di rumah penduduk dan mengembalikan fasilitas mobil sedan. Saya pun bertanya, “Kenapa papah balikin mobil itu? Kan bisa dipakai buat transportasi?”. Beliau menjawab, “Gak ahh, malu. Lha wong mereka (buruh) masih dibayar dibawah UMR, koq papah orang baru, udah pakai mobil mewah. Gimana omongan papah akan didengar mereka?”.

Akankah Anda mengatakan “Cina Kafir” kepada ayah saya?

Sekarang kisah saya..

Di usia 7 tahun (1980), sejak pindah ke rumah yang ketiga, kami tinggal di lokasi yang berdekatan dengan kampung di kota Semarang. Sungguh kaget, saat keluar rumah, anak kampung setempat berteriak, “Cino..!!”, dan langsung mengejar kemudian memukuli saya bertubi-tubi. Bosan melarikan diri terus, saya mulai melawan. Mau gak mau belajar berkelahi. Saat SD, kami sekeluarga disekolahkan di SD Katholik, alasan ayah saya, karena disiplinnya bagus.

Namun ayah saya ingin anak-anaknya berbaur, maka saat SMP, kami semua masuk ke SMP negeri, dimana saat itu hanya 2 orang ‘keturunan’ satu angkatan. Kami tak pernah merasa sebagai seorang ‘keturunan’. Ayah kami mendidik kami anti rasialis. Hal itu dibuktikan, ayah saya mengasuh seorang suku Bali, bernama I Gusti Made Gede, kuliah dan tinggal bersama kami selama 8 tahun.

Sungguh kaget, saat kawan-kawan di SMP berteriak, “Cino..!”. Dan saya pun balas berteriak, “Cino matamuuu..!”. Perkelahian pun sering terjadi.

Sejarah masuk Islam

Karena di sekolah negeri, pelajaran ‘default’ agama adalah Islam, kakak pertama saya mempelajari dan tertarik untuk memeluk Islam saat kelas 2 SMP. Kami, adiknya, satu-persatu masuk Islam saat masuk SMP, kecuali kakak perempuan saya. Tentu saja ayah dan ibu saya belum Islam saat itu.

Lulus kuliah, saya merantau ke Batam dan berjumpa dengan istri saya, yang saat itu beragama nasrani. Kenapa istri saya mau mengikuti saya masuk Islam? Inilah perkataannya, “Aku dulu (saat kuliah di Jakarta) sama sekali antipati dengan orang Islam, karena orang-orang Islam yang kukenal, kasar dan rasialis. Waktu ketemu kamu dan kenal kawan-kawanmu (yang muslim), baru aku melihat bahwa Islam itu damai”.

Kakak kami tertua tak pernah meminta kami mengikutinya masuk Islam. Saya pun tertarik masuk Islam di usia 11 tahun, saat SD, karena melihat kakak-kakak saya sholat. Begitu juga, ayah dan ibu saya, tak ada keterpaksaan masuk Islam. Saya meyakini, agama itu adalah akhlaq yang harus ditunjukkan, bukan dalil yang digemborkan. Seandainya, ayah saya mencalonkan menjadi gubernur, saat sebelum masuk Islam, maka saya akan tetap memilih beliau, karena saya tahu, beliau adalah sosok pemimpin yang bijak.

Anda mungkin sudah menebak arah saya kemana. Ya, benar dan mungkin salah. Saya tak memihak Ahok, karena saya tak mengenal beliau dan saya tahu politik terlalu rumit untuk dipahami. Jika pun saya ber KTP Jakarta, maka saya akan memilih Bang Sandiaga Uno, karena beliau adalah mentor saya dan saya ‘lebih’ mengenal beliau. Tidak ada jaminan akan lebih baik dari Ahok.

Poin saya adalah..

Saya pernah kafir dan saya tak suka disebut kafir, juga Cina. Ayah, ibu, kakak, istri saya pernah kafir, dan mereka tak suka disebut kafir, juga Cina. Maka saya tak akan menggunakan kata-kata itu untuk Ahok atau siapapun.

Memaki dan menghujat tak membuat Islam lebih tinggi, justru Anda telah merendahkan Islam dan memecah belah bangsa ini. Kalau Anda yakin Islam “rahmatan lil ‘alamiin”, tunjukkan saja dengan akhlaq, bukan dengan beribu dalil. Hewan dan tumbuhan saja harus kita sayangi, apalagi manusia. Kalau Anda yakin (dan saya yakin), masih banyak pemimpin muslim yang pantas, tunjukkan saja siapa mereka dan apa prestasinya untuk umat.

Bagi Anda suku Tionghoa..

Kita sudah belajar pahitnya jaman rasialis. Jangan Anda mempertahankan rasialis Anda, dengan memilih Ahok karena suku atau agama. Pilihlah pemimpin yang adil, siapapun itu. Terbukti yang membebaskan kita dari rasialisme bukanlah Soeharto, namun seorang Kyai bernama Gusdur.

Text Widget

Sample text

Ads 468x60px

Labels

Followers

Featured Posts

Find Us On Facebook

Semoga

Featured Video

Sponsor

Follow us

Video Of Day

Flickr Images

Popular posts

POPULAR POSTS