Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korbannya meninggal dunia kembali terjadi di jalur pantura Kota Pekalongan, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, depan asrama Brimob, Kamis (14/4) siang. Kali ini, korbannya adalah seorang pengendara sepeda motor bernama Bambang Pamungkas (27), warga Lamper Tengah, Semarang.
BambangKorban meninggal di tempat kejadian, setelah motor yang dikendarainya diduga menabrak bagian belakang mobil angkot, kemudian korban terjatuh dan terlindas truk yang sedang melintas di lokasi.
Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Ketika itu, korban yang sedang mengendarai sepeda motor Honda Revo bernomor polisi H-5963-DD melaju dari arah timur (Semarang). Sesampainya di lokasi, ada sebuah mobil angkot jurusan Pekalongan-Kedungwuni-Kajen dari arah timur yang sedang berhenti di kiri jalan.
Diduga, korban hendak menghindari angkot tersebut. Naas, motor korban menabrak lampu sein sebelah kanan belakang dari angkot itu. Korban berikut sepeda motornya terpelanting ke arah kanan depan. Bersamaan dengan itu, ada sebuah truk pengangkut papan cor bernopol K-1890-BC sedang melaju searah, dari timur ke barat.
Tubuh korban yang sudah terjatuh ke aspal pun langsung terlindas roda belakang sebelah kiri dari truk yang dikemudikan Ahmad Choirudin (30), warga Jepara. Korban pun menderita luka parah pada pundak kanan dan perut, dan meninggal di lokasi kejadian.
Anggota Satlantas Polres Pekalongan Kota yang tiba di lokasi segera mengevakuasi jasad korban ke kamar mayat RSUD Bendan. Sedangkan sopir angkot dan sopir truk berikut kernetnya serta kendaraan yang terlibat dibawa ke Unit Lakalantas Polres Pekalongan Kota guna pemeriksaan lebih lanjut.
Sopir angkot, Dulatif (52), warga Ambokembang, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, mengaku saat kejadian dirinya tak tahu persis bagaimana korban bisa terjatuh dan terlindas truk. “Waktu itu saya berhenti di situ sudah sekitar lima menitan, saya masih mengurusi penumpang yang turun dan mau bayar. Tiba-tiba ada suara duarr di belakang. Kata penumpang saya, ada orang naik motor yang ditabrak truk kemudian terlempar dan mengenai kendaraan saya,” ujarnya.
Sementara, sopir truk, Ahmad Choirudin, mengaku tak tahu kalau truknya melindas korban. Waktu itu, dia tidak melihat ada kejadian tersebut. Dia baru tahu ada pengendara motor yang mengalami kecelakaan setelah dirinya dihentikan oleh seorang pengemudi mobil yang melintas searah dengannya.
Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Alan Haikal, melalui Kanit Lakalantas Ipda Darwoto, menjelaskan berdasar pemeriksaan saksi, insiden maut itu diduga berawal ketika pengendara sepeda motor melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sekitar 60 km/jam.
“Sesampainya di TKP ada angkot yang berhenti menurunkan penumpang. Karena mungkin si pengendara motor kaget ada mobil yang berhenti di depannya, dia kemudian menabrak bagian belakang sebelah kanan dari angkot tersebut. Korban lalu terjatuh. Posisi jatuhnya korban itu mungkin terlalu dekat dengan truk yang saat itu berjalan searah dari timur ke barat. Akhirnya korban terlindas ban truk bagian kiri belakang, dan korban meninggal di lokasi kejadian,” terangnya.











