Showing posts with label Info Islami. Show all posts
Showing posts with label Info Islami. Show all posts

Saturday, 2 July 2016

Masha Allah, Begini Cara Imunisasi yang Benar Dan Telah Di Contohkah Oleh Rasulullah SAW

Kepada saudara ku sesama muslim, Sampai saat ini masih banyak saudara kita sesama kaum muslim yang belum mengetahui dan menerapkan metode ‘imunisasi’ sesuai tuntunan Islam. Padahal sejak dini Rasulullah SAW telah mengajarkan “tahnik” sebagai metode imunisasi yang sesungguhnya dengan mengandalkan kurma sebagai media utama. Dengan demikian Islam tidak pernah mengajarkan bahkan melarang penggunaan bahan-bahan berbahaya, haram, najis dan subhat untuk dikonsumsi, pengobatan maupun dimasukkan (disuntikkan) lewat pembuluh darah Dan sekarang imunisasi / vaksin banyak mengadung bahan HARAM, Dan Zat berbahya.

Imam Bukhori meriwayatkan, Abu Musa ra berkata:

ولد لى غلام فأتيت به النبى – صلى الله عليه وسلم – فسماه إبراهيم وحنكه بتمرة.

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan ia mentahnik dengan sebutir kurma.”

Dari ‘Aisyah, beliau berkata:


أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – كان يؤتى بالصبيان فيبرك عليهم ويحنكهم.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.”

An Nawawi menyebutkan dua hadits di atas dalam Shahih Muslim:

استحباب تحنيك المولود عند ولا دته وحمله إلى صالح يحنكه وجواز تسميته يوم ولا دته واستحباب التسمية بعبدالله وإبراهيم وسائر أسماء الأنبياء عليهم السلام

“Dianjurkan mentahnik bayi yang baru lahir, bayi tersebut dibawa ke orang sholih untuk ditahnik. Juga dibolehkan memberi nama pada hari kelahiran. Dianjurkan memberi nama bayi dengan Abdullah, Ibrahim dan nama-nama nabi lainnya. “

Rasulullah SAW bersabda: “Kurma itu menghilangkan penyakit dan tidak membawa penyakit, ia berasal dari surga dan di dalamnya terdapat obat.”

Sa’ad mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memakan tujuh buah kurma ajwa di pagi hari, maka racun dan sihir tidak membahayakannya pada hari itu.” (HR Bukhari & Muslim)
Salamah binti Qais meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Berikanlah kurma kepada wanita yang akan melahirkan, agar anaknya menjadi murah hati, itu adalah makanan Maryam saat akan melahirkan Isa. Jika Allah mengetahui ada yang lebih baik dari itu, tentu Dia telah memberikannya. ”

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menganjurkan untuk para istri-istri kamu yang sedang hamil untuk makan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. (HR Bukhari).

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Musa berkata: “Seorang anakku lahir, akupun membawanya kepada Nabi SAW, beliau menamainya Ibrahim, beliau melolohkan dengan sebutir kurma, memohon berkah baginya lalu menyerahkannya kepadaku.”

Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abu Bakar rah.

Dari Asma’ binti Abu Bakar rah. bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekkah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.

SUBHANALLAH …! Hikmah dari Hadits di atas sangatlah bagus dan patut kita yakini serta terapkan, selain dari sisi konten kurma yang sangat besar kandungan gizinya dan manfaatnya untuk menjaga kesehatan serta obat. Ternyata buah kurma memiliki hikmah lain yang sangat special bilamana sejak awal dicekoki pada bayi yang baru lahir (tahnik).

Disinilah perlunya kita ketahui makna dan manfaat Tahnik yang diajarkan Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Tahnik adalah melolohkan kurma yang sudah dikunyah oleh orang tuanya dengan menggerak-gerakkan dari kiri ke kanan sampai merata di langit-langit mulut bayi dengan lembut seraya berdoa dan berzdikir.

Melolohkan (memasukkan) buah kurma ke dalam mulut bayi adalah sebuah hal menakjubkan karena di dalamnya terdapat manfaat kesehatan yang besar. Terbukti buah kurma mengandung unsur-unsur penting yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan memperkuat daya tahan tubuh. Kurma juga berkhasiat melindungi dan membentengi anak sepanjang hidupnya, terlebih dari itu hikmah melolohkan (memasukkan) kurma ke dalam mulut bayi berguna untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut bayi berguna untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah
dengan jilatan sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami.

Kurma yang diberikan bayi dengan proses pengunyahan dari mulut kedua orang tuanya juga mengandung makna yang special dalam menjalin ikatan batin kepada anaknya. melalui air liur kedua orang tuanya


akan mengikat hati bayi dengan cinta mereka kepada mereka dan mengalirkan kepadanya fitrah islam mereka yang suci. Anak akan tumbuh dengan baik dan bersih dan juga dapat merasakan manisnya iman, sebagaimana manisnya buah kurma yang bercampur air liur, yang bersamaan lidah selalu dibasahi dengan dzikir kepada Allah Ta’ala.

Melolohkan (memasukkan) kurma ke dalam mulut bayi adalah sebuah Ritus yang dapat menanamkan dalam jiwa kedua orang tua kasih sayang yang tulus kepada anak-anak mereka, sehingga keluarga muslim ini keluarga muslim ini akan hidup dalam keharmonisan, kedamaian dan cinta kasih.

Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.

Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml. Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang. Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.

Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.

Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat. Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.

Kandungan Nutrisi, Mineral dan Vitamin Kurma

Manfaat Buah Kurma Untuk Kesehatan:

1. Menguatkan imunity 
2. Mencerdaskan otak 
3. Meningkatkan daya tahan (antibody) 
4. Meningkatkan Hemoglobin (Baik untuk penderita animea) 
5. Meningkatkan jumlah trombosit 
6. Sebagai multivitamin 
7.Anti bakteri dan virus 
8. Baik untuk masa pertumbuhan 
9. Mengatur kepadatan tulang 
10. Meningkatkan nafsu makan 
11. Memelihara ketajaman mata dan pendengaran 
12. Menenangkan dan menguatkan syaraf 
13. Menstabilkan kejiwaan anak 
14. Meluncurkan 
15. Mengobati cacingan 
16. Mengobati panas (demam), flu, batuk 
17. Menghaluskan kulit

Solusi Bagi Mereka yang terlanjur memberikan vaksin & imunisasi pada anak-anaknya

1. Perbanyak istighfar

karena kewajiban selaku orang tua dituntut dan diminta pertanggungjawannya oleh Allah Ta’ala dalam hal memberi nama pada anak, bersikap adil dalam memberikan kasih sayang, memeberikan nafkah dari rizki dan barang yang halal dan pendidikan moralnya.

Dalam Surat Al Baqarah: 168 Allah berfirman: “Hai sekalian manusia makanlah yang halal dan baik apa yang ada di bumi, dan jangan mengikuti langkah-langkah syetan karena sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagimu.”

Dalam Surat Al Baqarah: 173 Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang (yang ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. ”

2. Berdoa kepada Allah dengan tujuan diampuni dosa-dosa

mohon petunjuk, ketetapan iman dan dilindungi dari gangguan dan kebodohan orang-orang kafir.Doanya ada dalam Surat Al Baqarah: 201: “Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Juga ada dalam Surat Ali Imran: 147: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami. Dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafir. ”

3. Untuk membantu mengeluarkan unsur racun dari imunisasi / vaksinasi sekaligus meningkatkan Antibodinya, yaitu dengan memberikan Al Habbatus sauda (jintan hitam), madu, kurma, zaitun dan air kelapa.

4. Selalu mendoakan anak-anaknya dengan doa yang disyariatkan Rasulullah SAW

seperti: “Rabbana hablana min azwajina wa min zdurriyatina qurrota a’yunin waj’alna lil muttaqiina imama.”

Wallahu‘Alam Bishawab.

Thursday, 14 April 2016

Inilah Enam Orang yang Salat Bersama Setan


Mencapai perasaan khusuk dalam salat bukanlah perkara mudah. Ada saja tindakan atau pikiran yang pada akhirnya mengurangi kekhusukkan dalam salat. Hal tersebut tidak terlepas dari ulah dan tipu daya setan.

Golongan yang tercipta dari api  ini senantiasa menggoda manusia agar salatnya tidak sempurna. Itulah mengapa manusia harus selalu waspada, terutama saat melaksanakan ibadah wajib ini.

Enam orang ini bersama setan saat sedang menjalankan salatnya. Bukan mengikuti manusia melaksanakan salat, namun setan tidak berhenti mengganggu hingga manusia tidak berdaya. Siapa saja enam orang tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

1. Orang yang was-was dalam niat

Orang pertama yang bersama setan saat salat adalah mereka yang merasa was-was dalam niat. Biasanya perasaan was-was ini akan berlangsung hingga saat salat. Hal itu membuat orang ragu terkait rukun salat yang seharunya dijalankannya. Misalnya saja lupa jumlah rakaat dan lupa bacaan.

Jika mengalami ini anda patut waspada, karena sebenarnya anda tengah bersama dengan setan yang menggoda. Setan Menghembuskan Was-was dan Syubhat  dalam diri manusia.

Hal ini sudah dilakukan sejak awal permusuhannya dengan Allah SWT. Yakni ketika setan menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa untuk memakan buah Khuldi.

“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat (waswas) kepadanya, dengan berkata,”Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (kekekalan) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” [Thâhâ/20:120].

2. Orang yang ingat itu dan ini
Diantara kita pasti sering mengalami hal ini. Saat sedang khusuk salat, tiba-tiba teringat hal ini dan itu. Ternyata setan tidak akan membiarkan manusia salat dengan khusuk. Mereka akan terus mengganggu ibadah manusia dengan menghadirkan banyak pikiran-pikiran di kepala manusia.

Ada suatu kisah pasa saat Imam Hanafi masih hidup. Seseorang datang kepadanya karena lupa meletakkan sesuatu barang. Imam Hanafi menyuruhnya untuk salat dengan khusuk sepanjang malam dan berdoa kepada Allah agar barang yang hilang dapat ditemukan.

Saat menjalankan perintah tersebut, ternyata baru setengah malam saja orang yang kehilangan barang tadi bisa mengingat dimana ia meletakkan barangnya.

Keesokan harinya Ia bertanya kepada Imam Hanafi mengapa demikian. Sang Imam kemudian menjawab, bahwa  setan tidak akan senang apabila seorang hamba khusyu dalam sholatnya, sehingga setan akan membuatnya mengingat apa yang ia lupakan saat sholat.

3. Orang yang merasa ragu buang angin

Hal ini juga sering dialami oleh banyak orang. Saat selesai wudhu atau tengah salat, tiba-tiba terasa seperti buang angin. Ternyata perasaan ragu buang angin atau tidak merupakan sebuah gangguan yang setan hembuskan untuk mengacaukan sholat seseorang.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian merasakan hal itu, maka janganlah membatalkan shalatnya hingga dia mendengar suaranya atau mencium baunya tanpa ragu.”(H.R Ahmad)

4. Orang yang tidak fokus pada sholat
Tidak fokus saat melaksanakan salat juga menjadi salah satu pertanda bahwa setan sedang bersamanya. Tidak fokus bisa saja disebabkan hal-hal yang dapat mencuri perhatian saat salat. Misalnya hp berdering, memikirkan kendaraan yang sedang diparkir karena takut hilang dan banyak lagi.  Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu 'anha, ia berkata:

“Saya bertanya kepada Rasulullah tentang hukum menengok ketika sholat”. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Itu adalah curian setan atas sholat seorang hamba”. (H.R Bukhari)

5. Orang yang sholatnya tergesa-gesa
Karena ingin mengerjakan hal lain, biasanya seseorang salat dengan cepat dan tergesa-gesa. Sebaiknya anda lebih berhati-hati lagi terhadap hal ini. Karena sebenarnya, ini pertanda bahwa anda sedang bersama setan. Rasulullah SAW melawang umatnya melakukan hal itu. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :

“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (H.R Ahmad)

Dalam hal ini Rasulullah menganggap perbuatan mencuri dalam sholat lebih buruk daripada mencuri harta.

6. Wanita yang shalat ke masjid menggunakan wangi-wangian
Ternyata wanita yang ke mesjid dengan menggunakan wewangian juga didekati oleh setan. Dengan aroma-aroma tersebut setan justru lebih mudah untuk membuat salat orang yang ada disekitar wanita yang memakai wewangian agar tidak khusuk. Menggunakan wangi-wangian saat ke masjid adalah salah satu perbuatan yang Rasulullah larang.

Rasulullah bersabda, yang artinya : “Jika salah satu dari kalian(para wanita) hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali menyentuh wewangian.”(H.R Muslim)

Semoga kita cepat menyadari ketika mengalami enam hal di atas. Jangan sampai ikut terpedaya. Dan hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Wallahu A'lam Bishawab.

Thursday, 31 March 2016

SUBHANALLAH..Supir Angkot yang beriman, silahkan berbagi...


Ketika sedang menunggu angkot, tiba-tiba muncul angkot yg dikendarai pria cukup gondrong, agak seram wajahnya tetapi terlihat ramah.

"Ayo pak haji naik, langsung nih tidak ngetem" sapa sopir.

Saya pikir ini strategi marketing para sopir yg menawarkan dengan bahasa manis, memanggil penumpang dg sebutan haji dan tidak ngetem, krn biasanya tetap akan ngetem.

Akhirnya saya naik angkot tersebut, hanya saya terdapat dua penumpang di angkot ini.

Tidak lama, penumpang satunya turun, maka tinggal saya sendiri.

Saya berfikir kasian juga sopir ini kalau hanya ada satu penumpang.

Saya mulai aja ngobrol, " Pak, tidak ngetem dulu saja? Kan penumpang hanya saya."

Sopir, " Tidak pak haji, saya sih tidak biasa ngetem, males dan bikin penumpang tidak suka jg.

" Terus gimana dg penumpang yg sepi begini, apa cukup utk setoran?" lanjut saya.

"Alhamdulillah pak haji selama ini selalu ada rizqi Allah. Sambil nyetir begini saya sambil terus dzikir dan berdoa agar rizqi lancar." Lanjut sopir.

" Masya Allah, bagus sekali pak, dzikir apa yg biasa dibaca pak ?" tanya saya.

"Pernah denger pengajian di masjid pak Haji, disuruh membiasakan baca istighfar sebanyak-banyak. Insya Allah akan diampuni Allah dan rizqi akan lancar," lanjut beliau.

"Alhamdulillah bagus sekali pak, smg terus dilanjutkan dzikirnya dan semoga rizqinya makin lancar." lanjut saya.

Tidak beberapa lama ada penumpang naik 1 orang, terus dilanjut lagi 2 dan akhirnya hampir penuh angkot ini, padahal saya liat angkot lain banyak yang kosong.

" Kiri pak, saya turun di Dompet Dhuafa," kata saya.

" ooo pak haji kerja di Dompet Dhuafa, tidak usah bayar pak haji, anak saya pernah dibantu waktu sakit." beliau berkata sambil senyum dengan mata berbinar.

" Alhamdulillah pak semoga putranya terus sehat, tp saya tetap bayar ya..(sambil memberikan uang dengan agak memaksa). Assalamu'alaikum," kata saya sambil pergi

Terdengar jawaban sopir," wa'alaikumussalam"

Sungguh suatu nasehat kehidupan yang sangat berarti dari sopir angkot ini. Keramahan, keyakinan kepada Allah dan juga terus menjaga dzikir dan doa dalam perjalanannya.

Semoga kita semua bisa mengambil manfaat dari cerita singkat ini. Aamiin

Inilah Manusia yang Hutangnya Ditanggung Allah SWT


Kondisi ekonomi yang kurang terkadang memaksa seseorang untuk berhutang. Biasanya tindakan ini menjadi jalan terakhir ketika kerja keras yang dilakukan belum membuahkan hasil.

Islam mengajarkan umatnya agar menghindari tindakan yang dianggap menjadi solusi ekonomi tersebut. Pasalnya, hutang menjadi salah satu penghalanga seseorang masuk surga. Jika belum dilunasi hingga meninggal, maka hukumannya akan semakin berat lagi.


Namun tahukah anda bahwa ternyata Allah SWT mau menanggung hutang manusia? Golongan ini sangat beruntung karena mendapat keistimewaan dari Sang Maha Pencipta. Hutang mereka dianggap lunas karena Allah SWT mau menebusnya. Siapakah mereka? Berikut ulasannya.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda bahwa hutang dapat menghalangi seseorang masuk surga. Kecuali mereka melunasi hutang tersebut terlebih dahulu sebelum meninggal dunia.

Akan tetapi kondisi ekonomi yang begitu kekurangan, membuat seseorang terpaksa berhutang kepada orang lain. Sehingga mau tidak mau orang menempuh cara ini untuk bertahan hidup.

Namun, Allah SWT tidak serta merta menghalangi mereka untuk masuk surga karena hutang yang dimilikinya. Mereka yang termasuk golongan tidak masuk surga ini pasti melakukan kesalahan dalam kegiatan hutangnya.

Karena faktanya, Rasulullah SAW mengatakan bahwa ternyata Allah SWT akan menanggung hutang manusia yang dikehendaki-Nya. Tentu saja tidak semua dapat beruntung mendapatkan kehormatan tersebut.

Golongan ini adalah mereka yang berhutang demi kemaslahatan dan bersungguh-sungguh untuk melunasinya. Jika suatu saat orang ini meninggal sebelum mengembalikannya, maka Allah SWT akan menanggungnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya ”Tidak ada seorang muslim yang diutangi suatu utang yang Allah SWT ketahui bahwa dia hendak melunasinya, melainkan Allah akan melunasinya untuk di dunia dan di akhirat,” ( HR. Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Hakim)

Maksud dari sabda Nabi Muhammad SAW di atas adalah, apabila seseorang berhutang dan berniat melunasinya, maka Allah SWT akan memberikan kemampuan kepada orang tersebut untuk melunasinya. Jika orang itu meninggal dunia, namun belum mampu melunasi hutangnya meskipun telah berusaha sekuat tenaga, maka Allah yang menanggungnya.

Umar bin Hushain menceritakan BAHWA Maimunah mempunyai banyak hutang. Lalu keluarganya menemuinya dan mencelanya. Karena itu Ia berkata ” Aku tidaklah meninggalkan hutang, karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “seseorang yang mempunyai hutang, tetapi Allah SWT mengetahui bahwa yang bersangkutan bermaksud melunasinya, pasti Allah akan membantunya di dunia ini” (HR. Nasa’i dan Ibnu Majah).

Setiap orang yang beriman harus memiliki keyakinan bahwa setiap tindakan yang benar akan senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT. Demikian pula saat kita memiliki hutang demi kemaslahatan dan berniat melunasinya. Kita harus yakin bahwa Allah SWT pasti memberi kemampuan kepada kita untuk benar-benar melunasinya di dunia.

Tidak hanya Allah, orang berhutang yang juga ada yang mendapat jaminan dari Rasulullah SAW. Aisyah ra. menuturkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “”Barang siapa di antara umatku yang mempunyai hutang, kemudian Ia bersungguh-sungguh untuk melunasinya, tetapi kemudian Ia meninggal dunia sebelum dapat melunasinya, maka akulah yang menjadi penjaminnya. (HR. Ahmad)

Seseorang yang berhutang kepada orang lain dan berniat untuk melunasinya pada suatu saat, tetapi kemudian Ia meninggal sebelum dapat melunasinya, sedangkan tidak ada ahli waris yang sanggup melunasinya, maka Rasulullah SAW yang menjaminnya.

Namun ini bukan menjadi alasan seseorang untuk mudah berhutang kepada orang lain sebelum berusaha terlebih dahulu. Karena Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati.

Text Widget

Sample text

Ads 468x60px

Labels

Followers

Featured Posts

Find Us On Facebook

Semoga

Featured Video

Sponsor

Follow us

Video Of Day

Flickr Images

Popular posts

POPULAR POSTS