Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Sunday, 27 May 2018

Pohon SAHABI


Pohon Sahabi yang menjadi saksi bisu pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Biarawan Kristen bernama Bahira. Telah ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan otoritas pemerintah Yordania. ketika memeriksa arsip negara di Royal Archives. 
Mereka menemukan referensi dari  teks-teks kuno yang menyebutkan bahwa Pohon Sahabi Berada di wilayah padang pasir diutara Yordania.

Setelah 1400 tahun berlalu,  pohon ini ditemukan masih hidup dan tetap tumbuh kokoh di tengah ganasnya gurun Yordania bersama beberapa ulama terkenal termasuk Syekh Ahmad Hassoun, Mufti Besar Suriah, Pangeran Ghazi. Mengadakan pengamatan dan ternyata benar pohon tua itulah yang disebutkan dalam catatan biarawan Bahira.

Kini Pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah Yordania dan dipantau secara rutin keberadaannya. 

Keberadaan pohon ini memang cukup unik dan dinilai tidak cocok tumbuh dilingkungan sekitarnya. 
Pasalnya lingkungan sekitar pohon  itu, merupakan tanah kering dan sangat gersang, sementara pohon Sahabi menjadi satu-satunya pohon yang tumbuh subur dengan daun yang rimbun.  

Kondisi ini menentang kegersangan dan ketiadaan warna dari lingkungan di sekitar pohon. Meskipun kekuatan matahari ditengah gurun sangat terik, namun akan terasa teduh ketika berada di bawah pohon ini. 

Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir. 

Saat itu Muhammad baru berusia 9 atau 12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah.

Pada suatu hari, Biarawan Bahira mendapat firasat, kalau ia akan bertemu dengan sang nabi terakhir..   tiba tiba ia melihat rombongan kafilah pedagang Arab, dan melihat pemuda kecil yang memiliki ciri-ciri  sesuai yang digambarkan dalam kitabnya. 

kemudian Bahira mengundang kafilah tersebut dalam sebuah perjamuan. 
Semua anggota kafilah menghadiri  kecuali anak yang Ia tunggu-tunggu. Ternyata. Muhammad kecil sedang menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta.

Bahira keluar mencarinya dan ia sangat takjub menyaksikan cabang2 pohon Sahabi merunduk melindungi sang pemuda dari terik Matahari. Dan segumpal awan pun ikut memayungi ke manapun ia pergi.

Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak serta berteduh dan bersantap dalam perjamuan.  Dia pun segera meneliti dan menanyai pemuda kecil ini. dan  menyimpulkan bahwa Dia adalah utusan terakhir yang dijelaskan dalam Alkitab. 

Bahira pun meyakinkan paman anak itu yakni Abu Thalib untuk kembali ke Makkah, karena orang-orang Yahudi tengah mencari Muhammad SAW untuk membunuhnya .

Setelah berselang 1400 tahun kemudian, pohon yang pernah meneduhi Muhammad itu masih berdiri tegak, menjadi satu-satunya pohon yang berhasil hidup di tengah padang pasir gersang.  
Pohon ini secara ajaib diawetkan oleh Allah untuk waktu yang panjang. Namun siapapun masih bisa menyentuh dan berlindung di bawah cabangnya yang senantiasa rimbun.

Monday, 30 April 2018

Nisfu Sya'ban Jatuh pada 30 April, Ustaz Abdul Somad: Allah Ampuni Semua Dosa, Kecuali Dua Orang Ini


Ustaz Abdul Somad memberikan ceramah terkait malam Nifsyu Sya'ban dan memberikan peringatan kepada 2 orang.

Diketahui, bulan Sya'ban adalah bulan keberkahan, karena bulan ini adalah bulan diangkatnya amalan manusia oleh Allah SWT.

Sehingga, Ustaz Abdul Somad menganjurkan elaksanakan berbagai amalan seperti puasa, shalat sunat, membaca Alquran, berzikir dan amalan-amalan lainnya.

Ustaz Abdul Somad dalam satu ceramahnya menjelaskan keutamaan bulan Sya’ban, bulan di dalamnya terdapat satu malam yang pada malam itu Allah akan mengampuni dosa semua umatnya, yaitu malam nisfu Sya`ban.

Tahun 1439 Hijriah ini, malam pertengahan bulan Sya’ban atau Nisfu Sya’ban (15 Sya’ban) jatuh pada Senin (30/4/2018) malam atau malam Selasa.

Ustaz Abdul Somad memaparkan dengan mencontohkan kebiasaan Rosulullah.

Menurutnya, saking seringnya Rasulullah berpuasa pada bulan Sya’ban, Aisya tak bisa lagi membedakan apakah Rasulullah berpuasa pada hari itu atau tidak.

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa dalam satu bulan, kecuali bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat Nabi lebih banyak puasa dari Ramadhan selain di bulan Sya'ban,” kata Ustaz Abdul Somad menerjemahkan hadis yang dibacanya.

Berdasarkan dua hadis tersebut, Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa puasa merupakan salah satu amalan yang paling sering dilakukan oleh Rasulullah SAW selama bulan Sya’ban.

Selain berpuasa, amal lain yang bisa dilakukan adalah membaca Alquran, berzikir, serta amal harta seperti sedekah dan wakaf.

Dari 30 malam untuk beramal di bulan Sya’ban, ada malam yang mendapat kekhususan, yaitu malam Nisfu Sya’ban.

Lalu Ustaz Abdul Somad membacakan hadis hasan shahih yang menjelaskan bahwa Allah akan mengampuni dosa sleuruh umat, namun ada 2 orang yang tidak diampuni, yaitu orang yang tidak berdamai dan orang musyrik.

"Pada malam nisfu Sya’ban, Allah akan mengampuni semua dosa umatnya yang pada malam itu bersujud dan bertobat mohon ampun, kecuali dua, musyrik (mempersekutukan Allah) dan orang yang bertengkar tapi tidak berdamai sampai malam nisfu Sya’ban tiba.”

Wednesday, 18 April 2018

Rahasia besar IBLIS, agar umat Nabi Muhammad SAW terhindar dari Neraka

 
Iblis merupakan musuh nyata yang tidak pernah letih menggoda Bani Adam. Misi utamanya adalah membawa sebanyak-banyaknya umat menuju jalan sesat, agar kelak bersamanya ke lembah neraka. Iblis dan bala tentaranya memiliki berbagai macam cara menjerumuskan manusia.

Ternyata mahkluk sombong ini pernah datang menemu Rasulullah SAW untuk mengungkapkan kejujuran. Ia membongkar semua rahasia diri beserta seluruh bala tentara. Dialog yang terjadi antara Nabi Muhammad dan iblis berjalan cukup lama.

Rasul mempertanyakan semua hal yang menjadi rahasia iblis. Mulai dari cara iblis menggoda, hingga amalan yang bisa menyakitinya. Percakapan ini membuat manusia mengetahui tipu daya iblis dan membentengi diri. Lantas, apa saja rahasia iblis lainnya yang dibongkar dihadapan Rasul?

Hadis ini diriwayatkan dari Muadz bin Jabal ra. dari Ibnu Abbas ra. Dia berkata bahwa pada suatu hari dirinya bersama sahabat lainnya dan Rasulullah sedang mengadakan pertemuan di rumah salah seorang sahabat Anshar di Madinah.Tiba-tiba dari luar rumah terdengar seseorang mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk.

Iblis : “Wahai penghuni rumah, apakah kalian mengizinkan aku masuk, karena kalian membutuhkan aku..?”

Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat,

Rasulullah SAW : “Apakah kalian tahu siapa yang berseru itu..?”

Para Sahabat : “Tentu Allah dan rasulnya yang lebih tahu.”

Rasulullah SAW : “Dia adalah Iblis yang terkutuk..! Semoga Allah senantiasa melaknatnya.”

Umar bin Khatab ra. : “Wahai Rasulullah, apakah engkau mengizinkan aku membunuhnya..?”

Rasulullah SAW : “Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan (Hari Kiamat)..?”

Rasulullah SAW melanjutkan perkataanya, Beliau meminta kepada sahabat agar mendengarkan dan memahami ucapan yang disampaikan iblis.

Setelah pintu dibuka, masuklah iblis ditengah-tengah majelis tersebut. Rupa iblis terlihat sangat mengerikan. Dia adalah sosok tua dengan mata buta sebelah serta memiliki janggut sebanyak tujuh helai dan menyerupai rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah dan memanjang ke atas. Kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, dan kedua bibirnya seperti bibir macan.

Iblis : “Assalamu’ alaika ya Muhammad (Salam untukmu wahai Muhammad), assalamu’ alaikum ya jama’ atal muslimin (Salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin).”

Rasulullah SAW : “Assalamu’ lillah ya la’ inin (Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai mahluk terlaknat). Aku mengetahui engkau punya keperluan terhadap kami. Apa keperluanmu itu wahai Iblis..?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”
“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam islam.”

“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba.”

“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk.”

“Siapa tamumu?”
“Pencuri.”

“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”

“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

Semoga dengan mengetahui ini, kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW selalu membekali diri dengan iman, melakukan amalan yang membuat Iblis menjadi lemah, menjauhi hal-hal yang diinginkan mahkluk terlaknat tersebut. Allah lah maha pemilik ilmu pengetahuan.

Monday, 13 November 2017

Tulisan “Allah” dan “Ali” Ditemukan pada Pakaian Pemakaman Viking


Tulisan “Allah” dan “Ali” ditemukan pada pakaian pemakaman Viking. Kedua kata itu ditenun dengan pola Kufic geometri yang dirajut dengan benang perak di atas sutra.

Ini bukan sekadar kebetulan. Pasalnya, tulisan “Allah” dan “Ali” ditemukan pada sedikitnya 10 dari 100 pakaian sutra dalam kuburan kapal abad ke-9 dan ke-10 di sekitar Gamla, Uppsala, dan juga di ruang kuburan di situs Viking seperti di Birka, Swedia Mälardalen.

"Ini adalah penemuan yang sangat penting karena ini menunjukkan bahwa kita tidak dapat melihat periode historis ini sebagai 'khas Nordik'," kata Annika Larsson, seorang arkeolog tekstil di Universitas Uppsala, kepada The Local 12 Oktober 2017.

"Ini menunjukkan kepada kita bahwa orang Viking memiliki kontak dekat dengan budaya lain, termasuk dengan dunia Islam," imbuhnya lagi.

Temuan ini terjadi ketika Larsson dan timya tengah membuat kembali pola pada pakaian penguburan untuk pameran Viking “Viking Couture” di Museum Enköping di Swedia.

Dia sempat kelimpungan memahami arti dari kedua tulisan tersebut. Namun, dia ingat pernah melihat pola serupa pada tekstil Moor dari Spanyol. Sebagai informasi, Moor merupakan orang muslim di zaman petengahan yang hidup di semenanjung Iberia yang kini berada di wilayah Spanyol dan Portugis.

Bagi tim arkeolog, menguraikan aksara “Ali” relatif lebih mudah. Sebab, tulisan “Allah” pada pakaian terbalik dan baru bisa dibaca ketika dipantulkan pada kaca.

Tulisan "Allah" yang bisa dibaca saat dipantulkan ke kaca

Kepada BBC 12 Oktober 2017, Amir De Martino dari Islamic College, London, berkata bahwa penjelasan yang paling mungkin adalah pola itu disalin dengan tidak benar.

(Baca juga: Kenapa Orang Islam Shalat Saat Gerhana?)

Larsson percaya bahwa bangsa Viking tidak semata menjalin hubungan perdagangan dengan dunia Muslim, tetapi juga pertukaran kebiasaan dan gagasan.

"Agaknya, kebiasaan pemakaman Viking dipengaruhi oleh Islam dan gagasan tentang kehidupan kekal di surga setelah kematian," kata Larsson seperti dikutip dari Science Alert 13 Oktober 2017.

Dia melanjutkan, barang-barang pemakaman, seperti pakaian indah yang dijahit halus dengan kain eksotis hampir tidak mencerminkan kehidupan sehari-hari mendiang. Hal ini sama seperti pakaian formal zaman kita yang tidak mencerminkan kehidupan kita sehari-hari.

"Bahan makam yang kaya seharusnya dipandang sebagai ungkapan nyata dari nilai-nilai yang mendasarinya," tambahnya lagi.

Meski penemuan ini sangat menarik, beberapa temuan terkait budaya Viking dan Muslim telah lebih dulu terjadi.

Pada 2009 lalu, misalnya, para arkeolog menemukan pedang Viking Ara menggunakan teknik pembuatan logam Arab. Hal ini kemungkinan terjadi melalui jalur perdagangan Volga.

Lalu, pada 2008, timbunan koin Arab pada zaman Viking ditemukan di Swedia.

Kemudian, dua tahun yang lalu, sebuah cincin juga ditemukan di sebuah kuburan wanita abad ke-9 di Birka, Swedia. Pahatan di cincin bertuliskan "Kepada Allah" dalam bahasa Arab.

Selain itu, sutra Persia juga ditemukan di pemakaman kapal induk Viking di Norwegia.

Sayangnya, kita masih memerlukan riset lebih jauh untuk mengungkap arti penggunaan pakaian dan benda mewah dalam pemakaman Viking.

Penelitian lebih lanjut juga dibutuhkan untuk memastikan apakah mayat tersebut berasal dari Persia atau orang Viking yang mengenakan tekstil Islami.

Menanggapi penemuan ini, sejarawan pakaian dan teksil Hilary Davidson dari Universitas Sydney, yang meneliti transmutasi tekstil Islami dan Bizantium di abad pertengahan pakaian Kristen, berkata bahwa dia tidak akan heran bila penelitian membuktikan bahwa yang dikubur adalah orang Viking.

Pasalnya, kualitas tekstil sutra Islami sangat didambakan dan digunakan di gereja-gereja Kristen di seluruh Eropa, dan untuk pakaian, pada masa lalu.

"Mereka dihargai karena kualitas dan keindahannya, bukan konteks religius mereka, yang dalam kasus apapun menjadi terpisah melalui pola perdagangan. Sutra ini diperdagangkan di seluruh Eropa selama berabad-abad, dan mungkin saja pola Kufic Norwegia meniru pola tekstil Islami tanpa mengetahui artinya," ujarnya.

Menurut Davidson, ada kemungkinan juga bahwa kain tersebut digunakan pada pakaian Viking sebagai simbol status yang tinggi.

Temuan Larsson dan timnya dipajang sebagai bagian dari pameran “Viking Couture” di Museum Enköping hingga 3 Februari 2018 mendatang

Thursday, 27 July 2017

Kisah Terbunuhnya Nabi Zakaria Dan Nabi Yahya


Nabi Zakaria as. Merupakan nabi Allah yang ke-22 dan diutus kepada Bani Israil agar mereka kembali ke jalan ketauhidan dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan dan kemusyrikan. Dalam usia yang sudah mencapai angka sembilan, Nabi Zakaria a.s. baru dikaruniai anak yang kemudian diberi nama Yahya a.s. Isteri Nabi Zakaria bernama Hana, ibu saudaranya Maryam yang dikemudian hari melahirkan Nabi Isa a.s. Sudah puluhan tahun sejak menikah dengan Hana, Nabi Zakaria menginginkan memiliki keturunan. Siang dan malam tiada henti-hentinya Zakaria a.s. memanjatkan doa dan permohonan kepada Allah agar dikurniai seorang putera yang akan dapat meneruskan tugasnya memimpin Bani Israil agar bisa kembali menapaki jalan ketahuidan. Zakaria cemas, jika tidak ada pewaris, maka Bani Israil akan kian menjadi kaum yang menyimpang dari jalan lurus, membuang Taurat Musa dan menggantinya dengan peraturan yang dibuatnya sendiri.

Tiap hari, Zakaria melakukan sembahyang di mihrab besar dan menjenguk Maryam, anak iparnya yang diserahkan kepada mihrab oleh ibunya sesuai dengan nadzarnya sewaktu ia masih dalam kandungan. Zakaria memang ditugaskan oleh para pengurus mihrab untuk mengawasi Maryam sejak ia diserahkan oleh ibunya. Tugas pengawasan atas diri Maryam diterima oleh Zakaria melalui musyawarah yang dilakukan oleh para pengurus mihrab di kala menerima bayi Maryam yang diserahkan pengawasannya. Dengan perlahan, setiap hari, Nabi Zakaria yang sudah lanjut usianya, kepalanyanya sudah dipenuhi uban dan tulangnya sudah tak lagi kokoh, jalannya pun sudah bungkuk, pergi ke mihrab. Dia sudah tidak kuasa lagi untuk berjalan lebih jauh, selain ke tempat ibadatnya untuk beribadat dan memberikan pelajaran. Di tempat beribadat itulah dia setiap hari menunaikan kewajibannya.

Setelah larut malam, dia pulang ke rumahnya mendapatkan isterinya, Hana. Isteri Zakaria juga sudah lanjut usia dengan keadaan fisik yang juga sama dengan suaminya. Hana tiap hari berjualan di sebuah kedai kecil yang sekadar bisa untuk menyambung hidup keluarganya. Jika ada keuntungan lebih, maka itu langsung disedekahkan kepada orang yang lebih memerlukannya. Bila selesai berjualan, dia pulang ke rumah dan tidak ada yang lain yang dikerjakannya, kecuali beribadah, memuji, dan mensyukuri nikmat

Allah yang telah diberikan pada hari itu. Walau sudah tua, keduanya tidak putus pengharapan agar dikaruniai anak. Namun sebagai manusia biasa, mereka juga sadar jika usia mereka yang sudah kepala sembilan sepertinya mustahil untuk bisa memperoleh keturunan. Hal ini sering membuat mereka gundah-gulana. Namun walau demikian, mereka tetap memanjatkan doa pengharapan kepada Allah agar diberi jalan untuk bisa memperoleh anak. Inilah keadaan yang menimpa kedua orang shalih tersebut.

Suatu hari, Zakaria masuk ke mihrabnya seperti biasanya. Dia lalu masuk ke mihrab Maryam, seorang gadis kecil yang berada di samping mihrabnya sendiri. Didapatinya Maryam sedang tenggelam dalam pemikirannya, asyik dengan sembahyangnya, sedang dihadapannya tersedia aneka buah-buahan lezat musim panas yang di saat itu tidak akan bisa ditemui karena saat tersebut sedang musim dingin. Melihat kejadian ini Zakaria merasa heran. Dari manakah asal buah-buahan tersebut, sedangkan peraturan yang ada tidak membolehkan seorang manusia pun selain dirinya yang boleh masuk ke mihrab Maryam.

Dengan perlahan Zakaria bertanya pada Maryam, "Wahai Mariam, dari manakah datangnya buah buahan itu?" Maryam dengan lembut dan penuh sopan santun menjawab, "Makanan ini dari Allah. Allah telah mengirimnya kepada saya tiap pagi dan tiap petang tanpa saya minta. Janganlah engkau terperanjat, bukankah Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki?" Zakaria terdiam dan semakin sayang pada gadis kecil itu. Dalam hatinya tertanam keyakinan kuat bawl suatu hari gadis tersebut akan menjadi seseorang yang tidak biasa dan dekat dengan Allah. Zakaria lalu menengadahkan kedua belah tangannya, berdoa ke hadhirat Allah dengan segenap jiwa raganya, "Ya, Allah! Janganlah aku Engkau biarkan seorang diri, Engkau sebaik baik Zat yang memberi turunan. Ya Tuhanku, telah lemah tulang belulangku dan telah penuh uban di kepalaku, dan bukanlah aku seorang sial dalam berdoa kepadaMu. Sesungguhnya aku cemas akan keadaan keluarga yang akan kutinggalkan. Beri jualah kepadaku akan karunia-Mu seorang yang akan menjadi penggantiku!" Tiba-tiba Zakaria dikejutkan oleh suara lembut dan penuh damai yang ada di dalam ruangan tersebut yang diyakininya merupakan malaikat Allah. "Ya, Zakaria! Allah akan memberimu seorang anak keturunan yang bernama Yahya.

Belum ada manusia sebelumnya yang bernama Yahya." Suara itu begitu jelas terdengar. Walau hatinya diliputi kebahagiaan yang teramat sangat, namun Zakaria juga bingung karena dirinya dan isterinya sudah sangat tua. Menyadari hal tersebut suara itu terdengar kembali, "Janganlah cemas, bukankah Allah yang menjadikanmu, sedangkan sebelumnya kamu tidak ada? Dan Tuhan itu pulalah yang akan memberi engkau seorang anak." Walau sangat berbahagia, namun Zakaria masih belum yakin sepenuhnya. Orang tua itu lalu meminta tanda yang bisa memperkuat keyakinannya. Akhirnya Allah menyatakan jika Zakaria tidak akan bisa mengeluarkan suaranya selama tiga hari dan hanya bisa menggunakan bahasa isyarat sebagai tanda kebenaran-Nya. Hal ini benar terjadi dan tenanglah hati Zakaria. Tidak lama kemudian, isterinya yang sudah tua itu, lalu mengandung dan akhirnya melahirkan seorang anak yang suci dan mulia, serta diberi nama Yahya, seperti yang telah ditentukan Allah. Yahya tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, kuat, dan shalih.
Walau masih muda belia, Yahya telah mampu menghafal isi kitab suci Taurat, paham dengan segala hal yang pelik, dan bijaksana. Sebab itu Yahya kemudian diangkat menjadi penengah jika ada soal-soal yang sulit untuk dipecahkan. Dia menjadi hakim yang adil. Dengan penuh keberanian, Yahya memutuskan segala perkara dengan adil, dan tidak gentar menghukum yang salah. Tidak seorang juga yang berani menentang kata dan melanggar aturan yang ditetapkannya.

Herodes dan Herodia
Suatu hari, Yahya mendengar Raja Herodes jatuh cinta dan akan menikahi Herodia, seorang gadis cantik yang masih berkerabat dekat dengannya. Menurut Taurat Musa yang juga dibenarkan oleh kitab suci al-Qur’an beberapa abad kemudian, antara Herodes dengan Herodia haram terikat tali pernikahan karena masih sedarah. Namun Herodes tidak mengindahkan Taurat dan tetap bersikeras akan mengawini Herodia. Herodia pun agaknya suka kepada Herodes.

Mendengar hal itu, Yahya dengan penuh keberanian menyatakan bahwa perkawinan Raja Herodes dengan Herodia tidak dibenarkan oleh agama ketika itu dan bertentangan dengan Taurat. "Demi Allah, perkawinan itu tidak akan pernah saya akui dan saya akan tentang sekeras-kerasnya!" ujar Yahya. Ada beberapa versi mengenai hubungan kekerabatan antara Herodes dengan Herodia. Menurut Abdullah bin Zubair, Herodia atau Harduba itu adalah anak Herodes itu sendiri. Sedang menurut as-Suddy, gadis itu adalah anak isterinya (anak tirinya) sendiri. Sedang menurut Ibnu Abbas, gadis itu adalah anak dan saudara lelaki dan Herodes sendiri. Hukum Taurat sama dengan hukum al-Quran yang sekarang ini, bahwa hal itu merupakan terlarang untuk pernikahan.

Keputusan Yahya membuat Herodia bersedih. Dia sudah bermimpi akan menjadi permaisuri yang disanjung-sanjung. Akhirnya timbul niat jahat dalam dirinya untuk merayu Yahya dan berbuat maksiat dengannya, agar nanti jika hal itu sudah terlaksana, Herodia mendapat alasan jika Yahya menyukai dirinya sebab itu melarang dirinya menikahi Herodes.

Namun Yahya tidak bergeming sedikit pun. Dia malah mengusir Herodia yang sudah merayunya dengan segala cara. Kepada Herodia, Yahya mengatakan jika Taurat menyatakan bahwa orang yang melakukan zina akan disiksa di hari kiamat dan berbau lebih busuk daripada bangkai. Mendengar hal itu Herodia marah dan malu. Semua lelaki di wilayah kerajaan sangat menginginkan dirinya, tetapi Yahya dengan tegas menolaknya mentah-mentah. Gagal merayu Yahya untuk berbuat zinah, akhirnya Herodia mendatangi Herodes dan berkata, "Jika engkau sungguh-sungguh cinta padaku, aku ingin satu bukti: Bunuhlah Yahya bin Zakaria!"

Herodes merupakan anak dari The Great Herodes yang berkuasa sebelumnya. The Great Herodes merupakan raja lalim yang telah membunuh ratusan nabi dan orang-orang shalih di negerinya. Tidak heran jika anaknya, Herodes, mempunyai perangi yang sama dengan ayahnya. Atas perintahnya, Yahya kemudian ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Herodia belum puas dan ingin melihat Yahya mati dengan cara yang mengenaskan. Akhirnya Herodes yang memiliki para penasehat kerajaan dari Imam-Imam Yahudi-Kabbalis, mengambil keputusan untuk memenggal leher Yahya. Kepala Yahya a.s. yang telah pisah dengan tubuhnya diletakkan di sebuah nampan dan dipersembahkan kepada Herodia. Melihat hal itu barulah Herodia puas dan tersenyum lebar.

Nabi Zakaria pun Dibunuh
Mendengar kematian anaknya yang sangat disayang, Nabi Zakaria a.s. sangat bersedih hati. Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain memanjatkan doa kepada Allah. Tidak lama kemudian Zakaria mendengar bahwa tentara Herodes akan membunuhnya pula. Dengan sisa tenaga yang masih ada, Zakaria melarikan diri. Usianya yang sudah sangat lanjut menyebabkan dia tidak bisa lagi berlari jauh. Zakaria lalu bersembunyi di sebuah pokok pohon besar di sebuah klebun di dekat kota Yerusalem. Konon, saat Zakaria masuk ke dalam kebun, sebuah pohon yang teramat besar membuka dirinya dan mempersilakan Zakaria masuk ke dalamnya untuk bersembunyi. Tentara Herodes yang mengejar Zakaria mengepung rapat kebun tersebut.

Mereka memilah pokok-pokok pohon untuk mencari Zakaria, namun setelah lama mencari, Zakaria tidak ditemukan juga. Tentara Herodes lalu menyampaikan berita kepada rajanya bahwa Zakaria bagaikan hilang ditelan bumi di sebuah kebun dekat Yerusalem. Raja Herodes segera memanggil para Imam dan pendeta Yahudi-Kabbalah dan menyampaikan kejadian tersebut. Para Imam dan Pendeta Yahudi tersebut lalu meminta tolong kepada iblis lewat suatu ritual agar memberitahukan tempat persembunyian Zakaria. Atas pertolongan iblis inilah, maka tentaranya Herodes mengetahui jika Zakaria bersembunyi di dalam sebuah pohon yang paling besar. Mereka segera menemukan pohon yang paling besar dan membelahnya menjadi bagian-bagian kecil. Nabi Zakaria yang berada di dalamnya pun menemui ajal dengan kondisi yang amat mengenaskan.

Hukuman Dari Allah
Dengan kematian Nabi Yahya dan Nabi Zakaria, Allah kemudian menimpakan bencana demi bencana kepada Bani Israil yang terus-menerus melakukan kemaksiatan dan kezaliman di muka bumi. Bencana tersebut antara lain adalah serangan besar tentara Nebukadnezar dari Babylonia dan serangan dari Titus (Roma) yang menghancurkan kerajaan Herodes.

Alah berfirman dalam kitab suci al-Qur’an surat Al-Israa, ayat 48: "Dan Kami (Allah) putuskan (takdirkan) bagi Bani Israil dalam Kitab itu: Sesungguhnya kamu akan mengadakan kerusakan di bumi dua kali (berulang ulang), dan sesungguhnya kamu akan sombong dengan sebesar-besar kesombongan. Maka apabila datang perjanjian yang pertama dari yang dua itu, kami utus untuk menunjuki kamu, hamba hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang sangat, lalu mereka bersimaharajalela di seluruh negeri, dan adalah perjanjian itu sudah dilakukan. Kemudian Kami kembalikan kepada kamu kekuasaan atas mereka dan Kami beri kepada kamu harta dan anak, serta Kami jadikan kamu menjadi bilangan yang banyak (kembali).

Jika kamu berbuat kebajikan, berarti kamu berbuat kebajikan bagi dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat kejahatan, bererti kamu berbuat kejahatan bagi dirimu. Maka apabila datang perjanjian yang akhir (Kami utus mereka) supaya mereka membusukkan akan muka muka kamu (merusak dan mengalahkan kamu), dan supaya mereka masuk ke dalam Masjid (maksudnya Baitul Maqdis), sebagaimana mereka sudah masuk ke dalamnya pertama kali, dan supaya mereka binasakan kamu selagi mereka berkuasa. Mudah mudahan Tuhan kamu mengasihi kamu, dan jika kamu kembali, Kami akan kembali (menyiksamu), dan Kami jadikan Jahanam bagi orang orang kafir sebagai kurungan."

Tuesday, 30 May 2017

Durasi Puasa di Dunia, Argentina Terpendek dan Finlandia Terpanjang

 Seorang bocah laki-laki tengah membantu mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa di masjid Wallajah, Chennai, India.

Sejak Sabtu (27/5/2017), umat Muslim di seluruh dunia mulai menjalankan ibadah puasa di sepanjang bulan Ramadhan.

Durasi menjalankan puasa di tiap belahan dunia berbeda-beda. Di beberapa negara durasi puasa bisa mencapai hampir 24 jam.

Namun, di belahan dunia yang lain, sejumlah umat Islam menjalankan ibadahnya bahkan di bawah 10 jam.

Di sebagian besar negara-negara Arab, waktu berpuasa rata-rata mencapai 13-17 jam sehari.

Khusus untuk negara-negara Arab di Timur Tengah dan Afrika Utara, warga Aljazair menjadi yang paling lama menjalankan puasa yaitu selama 16 jam 44 menit.

Sementara umat Islam di Kepulauan Komoro, Afrika menjadi yang tersingkat menjalani puasa di kawasan ini yaitu 12 jam dan 45 menit.

Durasi berpuasa paling lama dialami umat Islam yang tinggal di negeri-negeri Skandinavia yang berada di dekat lingkat Kutub Utara.

Akibat bulan Ramadhan jatuh di musim panas maka durasi berpuasa menjadi lebih panjang yaitu di atas 20 jam sehari.

Umat Muslim yang hidup di kawasan Laplandia di Finlandia menjadi yang paling lama menjalankan puasa, sebab di tempat ini matahari hanya terbenam selama 55 menit saja.

Alhasil, mereka harus berpuasa selama 23 jam dan 5 menit. Sementara umat Islam di Islandia dan Greenland akan berpuasa selama 21 jam sehari.

Di Norwegia dan Inggris puasa akan berdurasi masing-masing 18 dan 19 jam sedangkan di Kanada rata-rata mereka berpuasa selama 17 jam sehari.

Hal berbeda terjadi di belahan bumi selatan saat musim dingin menyapa di pertengahan tahun ini. Alhasil malam datang lebih cepat sehingga durasi berpuasa juga lebih pendek.

Umat Muslim yang tinggal di kawasan Ochaya, Argentina, misalnya, tahun ini mendapatkan durasi puasa terpendek yaitu tak lebih dari sembilan jam sehari.

Durasi puasa yang tak terlalu panjang juga dialami umat Islam di Sydney, Australia yang harus menahan lapar dan haus selama 11 jam 35 menit.

Saturday, 8 October 2016

Inilah Kenapa Allah Memilih Nabi Isa Untuk Membunuh Dajjal di Akhir Zaman


Kenapa Allah SWT memilih Nabi Isa untuk membunuh Dajjal? Kemunculan Nabi Isa kelak di akhir zaman telah dijelaskan secara gamblang dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari. Dalam hadits Nabi itu telah dijelaskan bahwa kelak Isa Ibnu Maryam akan turun kembali ke bumi untuk menegakkan kebenaran dan menjadi hakim yang adil, dia akan mematahkan salib-salib, menghentikan jizyah, membunuh babi-babi yang ada, memberikan harta dalam jumlah yang sangat besar sehingga tidak akan ada seorang manusiapun yang akan mau menerima harta itu.

Nabi Isa turun ke bumi untuk yang kedua kalinya di menara putih Damaskus, Hal ini juga telah dijelaskan secara jelas dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Shahih Muslim. Dalam hadits telah disebutkan bahwa Isa akan diturunkan kembali di atas menara putih Damaskus dan kedua tangannya akan memegang bahu kedua malaikat yang mendampinginya.

Nafas Isa tidak bisa dicium oleh orang-orang pengikut Dajjal dan Isa akan mencari serta membunuh Dajjal di pintu Lud. Setelah berhasil membunuh Dajjal, Isa pergi untuk mendatangi suatu kaum yang dilindungi oleh Allah dari Dajjal dan dia menceritakan kepada kaum yang dilindungi Allah itu akan derajat mereka kelak di syurga.

Kenapa Allah pilih Nabi Isa untuk hancurkan Dajjal? Kemunculan Isa di bumi ini adalah untuk memimpin umat manusia ke jalan yang benar. Isa akan muncul kedua kalinya sebagai pengikut Nabi Muhammad.

Hal ini telah dijelaskan dalam hadits Nabi yaitu setelah berhasil membunuh Dajjal, Isa akan pergi ke Al-Quds dan dia akan sholat di belakang seorang imam muslim. Tidak hanya itu saja, Isa akan mematahkan seluruh salib yang ada di dunia ini, membunuh babi, dan menghapus jizyah.

Salib dihancurkan dan dimusnahkan oleh Nabi Isa adalah karena:

    Umat Nasrani menganggap bahwa Isa putra Maryam bukanlah Nabi, melainkan Tuhan anak Allah, dan Siti Maryam adalah istri Allah.
    Kaum Nasrani menganggap bahwa Isa putra Maryam pernah dibunuh pada zaman Raja Harduwis atas persetujuan para pendeta Yahudi, lalu mayatnya dipalang pada kayu salib yang ada dalam gereja Nasrani yang didirikan oleh Sang Ratu Hailanah yang berada di Baitul Maqdis (Yerussalem) daerah Palestina, setelah mayat tersebut hidup kembali pada salib.
    Setelah lebih dari 328 tahun lahirnya Nabi Isa As, kaum Nasrani mulai mengadakan perayaan hari raya salib sampai zaman sekarang ini.
    Kemunculan kembali Isa ini untuk menepati janjinya kepada umat Kristen dan Yahudi. Dalam kitab mereka telah tertulis bahwa akan datang seorang juru selamat atau sang messiah pada akhir zaman untuk mendirikan kerajaan Tuhan. Nabi Isa kembali untuk menepati janjinya dan Dia adalah sang messiah itu yang akan mendirikan kerajaan Tuhan, yaitu kerajaan Allah, sehingga kelak semua umat manusia akan memeluk agama Islam. Inilah kisah Nabi Isa A.S. membunuh Dajjal dan menjadi hakim adil yang akan membawa seluruh umat manusia ke jalan yang benar.

Menurut hadist Nabi, Isa akan memimpin umat manusia dalam kurun waktu 40 tahun lamanya dan pada masa itu tidak akan ada lagi agama lain selain agama Islam. Itulah beberapa informasi seputar jawaban Kenapa Allah SWT Pilih Nabi Isa Untuk Membunuh Dajjal.

Monday, 21 March 2016

JANGAN BIASAKAN !! Meminta Oleh-oleh dari Teman yang Berpergian, Rasulullah Melarangnya...


Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang seorang muslim untuk meminta-minta dari orang lain, tanpa ada kebutuhan yang mendesak.


Karena perbuatan meminta-minta merupakan perbuatan menghinakan diri kepada makhluk dan menunjukkan adanya kecendrungan kepada dunia dan keinginan untuk memperbanyak harta.

Dan beliau shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa barangsiapa yang melakukan perbuatan meminta-minta yang hina ini, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong dagingpun yang melekat di wajahnya. Ini sebagai balasan yang setimpal baginya kareka kurangnya rasa malu dia untuk meminta-minta kepada sesama makhluk.

“Terus-menerus seseorang itu suka meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan di wajahnya tidak ada sepotong dagingpun,” (HR. Al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1725).

“Sesungguhnya harta ini adalah lezat dan manis. Maka siapa yang menerimanya dengan hati yang baik, niscaya ia akan mendapat berkahnya. Namun, siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, maka dia tidak akan mendapat berkahnya, dia bagaikan orang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang. Dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” (HR. Al-Bukhari no. 1472 dan Muslim no. 1717).

Ringankanlah orang yang menjalani Safar karena safar adalah potongan dari azab.

Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi Saw bersabda,”Berpergian (safar) itu adalah sebagian dari siksa. Ia menghalangi seseorang dari makan, minum dan tidurnya. Maka apabila seseorang telah selesai dari urusannya hendaklah ia segera pulang ke keluarganya,” (HR Bukhari dan Muslim).

“Dikatakan bagian dari azab, karena safar akan meninggalkan segala yang dicintai,” (Fathul Bari, Ibnu Hajar).

Bisa jadi yang dimaksud dicintai ini adalah keluarga yang ia cintai, rumah yang nyaman, ibadah yang teratur, dan lain-lain.

Sedang setiap perjalanan tidak ada jaminan akan bisa kembali, lalu mengapa kita bebani dengan titipan dan amanah yang membebani.

Sekadar tips buat yang bersafar, untuk menjaga saudara kita dari meminta, jika berkelebihan rezeki akan lebih indah jika kita memberi sedikit oleh-oleh karena tangan di atas lebih mulia.

Dan tips untuk yang menerima oleh-oleh bersyukurlah atas setiap bentuk rezeki yang didapat karena dengan bersyukur kita akan semakin mendapat nikmat yang banyak.

Text Widget

Sample text

Ads 468x60px

Labels

Followers

Featured Posts

Find Us On Facebook

Semoga

Featured Video

Sponsor

Follow us

Video Of Day

Flickr Images

Popular posts

POPULAR POSTS