Wednesday, 31 May 2017

Kesalahan Terbesar Kita Saat Memilih Takjil untuk Berbuka Puasa


Dalam hitungan jam, masyarakat Indonesia akan berbuka puasa. Apakah Anda salah satu yang sudah mulai menyiapkan untuk berbuka bersama keluarga dan sahabat? Bila ya, simak dulu artikel ini mengenai menu berbuka yang tepat.

Sebelumnya, dokter Samuel Oetoro, SpGK, seorang pakar gizi, telah berkata bahwa tidak makan atau minum selama 14 jam menyebabkan kadar gula menurun dan berpotensi dehidrasi juga. Dia juga telah menjelaskan menu sahur yang baik untuk mempersiapkan tubuh menghadapi puasa.

Nah, bagaimana dengan berbuka? Dia mengatakan, pada saat berbuka, kadar gula darah sudah rendah dan orangnya lemas sehingga harus segera dinaikkan. Makanya dikatakan berbukalah dengan yang manis.

Walaupun dokter Samuel setuju dengan ungkapan tersebut, tetapi dia merasa perlu menambahkan bahwa manis pun harus sehat. “Bukan dengan kolak, bukan dengan cendol, bukan dengan kelapa pakai sirup, atau teh manis.

Untuk itu, dia pun menyarankan untuk meminum jus atau sari buah sebagai takjil. Selain itu, Anda juga bisa memakan kurma jika tidak ingin meminum jus buah. Akan tetapi, pilihlah kurma yang masih segar dan berkulit keras.

Dokter Samuel menuturkan, kurma yang kulitnya keras kadar seratnya masih tinggi. Jadi, bukan glukosanya yang tinggi. Kalau kurmanya sudah lembek dan berair, itu kadar glukosanya yang butuh insulin untuk masuk ke dalam sel.

Setelah berbuka dengan yang manis dan sehat, Anda bisa melakukan shalat maghrib terlebih dahulu sebelum melanjutkan berbuka dengan makanan yang lebih berat.

Untuk menunya sendiri, dokter Samuel berkata bahwa berbuka harus sama komplitnya dengan sahur, yaitu mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak, dan serat.

Selesai makan, Anda bisa shalat tarawih, tetapi begitu kembali ke rumah harus makan lagi untuk persediaan besok hari. “Isinya apa? Sayur, buah, dan protein. Karbohidrat boleh, tetapi harus yang kompleks dan banyak seratnya juga,” ucapnya.

Tuesday, 30 May 2017

"Belum Terasa Berbuka Puasa jika Belum Menyantap Pempek..."


Pempek, makanan khas Palembang menjadi penganan yang paling dicari oleh warga Ogan Ilir, Sumatera Selatan di Pasar Bedug yang ada di Komplek Perumahan Persada Indralaya.

Seperti kebanyakan warga Sumsel, termasuk Ogan Ilir, kurang lengkap rasanya berbuka puasa jika tidak menyantap pempek.

Bahkan, menurut Firman, warga Indralaya, meskpun di meja sudah tersedia berbagai jenis makanan, tetap terasa kurang lengkap jika tidak ada pempek.

Oleh karena itu pempek tetap menjadi makanan yang diburu warga untuk berbuka puasa. “Kurang afdol rasanya berbuka jika tidak menyantap pempek, itu sudah menjadi tradisi orang Palembang termasuk kami di Indralaya,”

Di hari ketiga di bulan suci Ramadhan 1438 Hijriah tahun ini di Ogan Ilir mulai ramai dikunjungi warga. Warga datang untuk membeli makanan berbuka puasa yang memang banyak tersedia di lokasi tersebut.

Berbagai makanan dan minuman pembuka puasa tersedia dengan harga terjangkau. Ada cendol dan es buah yang dikemas dalam cangkir plastik. Ada juga es oyen yang saat ini lagi ngetrend di Ogan Ilir.

Selain minuman ada juga makanan khas Palembang seperti pempek, laksan termasuk bakso bakar. Tidak hanya makanan pembuka puasa, ada juga pedagang yang menjual lauk pauk untuk makan seperti sayur, ikan dan ayam goring.

Widya salah seorang warga mengaku tertarik membeli makanan pembuka puasa di Pasar Bedug karena senang suasana ramai.

Selain itu di Pasar Bedug, Widya bisa memilih makanan kesukaannya karena banyak tersedia. “Enaknya suasananya ramai dan banyak pilihan makanan,” kata Widya.

Pasar bedug di Komplek Persada Ogan Ilir, Sumatera Selatan ramai dikunjungi warga yang hendak mencari makanan berbuka puasa,keberadaan Pasar Bedug ini sudah memasuki tahun ketujuh. Tujuannya untuk membantu warga yang hendak mencari rezeki selama bulan Ramadhan.

“Pasar Bedug untuk membantu warga yang selama bulan Ramadhan ini tidak bisa berjualan di pagi hari. Kita sediakan tempat agar bisa berjualan makanan untuk berbuka puasa,” katanya.

Pasar Bedug akan berlangsung hingga menjelang hari raya Idul Fitri nanti.

Durasi Puasa di Dunia, Argentina Terpendek dan Finlandia Terpanjang

 Seorang bocah laki-laki tengah membantu mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa di masjid Wallajah, Chennai, India.

Sejak Sabtu (27/5/2017), umat Muslim di seluruh dunia mulai menjalankan ibadah puasa di sepanjang bulan Ramadhan.

Durasi menjalankan puasa di tiap belahan dunia berbeda-beda. Di beberapa negara durasi puasa bisa mencapai hampir 24 jam.

Namun, di belahan dunia yang lain, sejumlah umat Islam menjalankan ibadahnya bahkan di bawah 10 jam.

Di sebagian besar negara-negara Arab, waktu berpuasa rata-rata mencapai 13-17 jam sehari.

Khusus untuk negara-negara Arab di Timur Tengah dan Afrika Utara, warga Aljazair menjadi yang paling lama menjalankan puasa yaitu selama 16 jam 44 menit.

Sementara umat Islam di Kepulauan Komoro, Afrika menjadi yang tersingkat menjalani puasa di kawasan ini yaitu 12 jam dan 45 menit.

Durasi berpuasa paling lama dialami umat Islam yang tinggal di negeri-negeri Skandinavia yang berada di dekat lingkat Kutub Utara.

Akibat bulan Ramadhan jatuh di musim panas maka durasi berpuasa menjadi lebih panjang yaitu di atas 20 jam sehari.

Umat Muslim yang hidup di kawasan Laplandia di Finlandia menjadi yang paling lama menjalankan puasa, sebab di tempat ini matahari hanya terbenam selama 55 menit saja.

Alhasil, mereka harus berpuasa selama 23 jam dan 5 menit. Sementara umat Islam di Islandia dan Greenland akan berpuasa selama 21 jam sehari.

Di Norwegia dan Inggris puasa akan berdurasi masing-masing 18 dan 19 jam sedangkan di Kanada rata-rata mereka berpuasa selama 17 jam sehari.

Hal berbeda terjadi di belahan bumi selatan saat musim dingin menyapa di pertengahan tahun ini. Alhasil malam datang lebih cepat sehingga durasi berpuasa juga lebih pendek.

Umat Muslim yang tinggal di kawasan Ochaya, Argentina, misalnya, tahun ini mendapatkan durasi puasa terpendek yaitu tak lebih dari sembilan jam sehari.

Durasi puasa yang tak terlalu panjang juga dialami umat Islam di Sydney, Australia yang harus menahan lapar dan haus selama 11 jam 35 menit.

Friday, 19 May 2017

Diam-diam 21 Tahun jadi Kopilot, identitas aslinya mengejutkan


Selama 21 tahun menjadi pilot kedua atau kopilot sampai dua kali seminggu tanpa diketahui para penumpangnya.

"Menurut saya terbang itu luar biasa," tuturnya dalam wawancara dengan koran Belanda, De Telegraaf.

Willem-Alexander dinobatkan menjadi Raja Belanda pada 2013 namun perannya sebagai kopilot terus berlanjut.

Dia menyatakan ingin terus bekerja sebagai kopilot dan dalam beberapa bulan mendatang akan dilatih untuk menerbangkan Boeing 737 karena selama ini dia menerbangkan Fokker 70 untuk jalur Eropa.

Memiliki hobi amat penting baginya agar dia berkonsentrasi dan terbang amat menenangkannya karena dia harus mengeluarkan masalah lain dari benaknya.

Raja Willem-Alexander sekali waktu pernah mengatakan jika tidak terlahir di istana, maka mimpinya adalah menerbangkan pesawat penumpang besar seperti Boeing 747 sehingga tidak mengherankan kini dia ingin meningkatkan lisensinya.

Kepada De Telegraaf, dia mengakui ada beberapa penumpang yang mengenali suaranya walau dia tidak menyebutkan nama sebenarnya,

"Keuntungannya adalah saya selalu menyambut penumpang atas nama kapten dan para awak. Jadi saya tidak perlu menyebut nama saya."

Sebelum serangan 11 September, tambahnya, yang mengenalinya bisa datang ke ruang kemudi yang tidak dikunci namun sekarang kontak seperti itu jarang terjadi.
Kabar mengagetkan mencuat dari Royal Palace Amsterdam. Raja Belanda, Willem-Alexander dikabarkan sudah 21 tahun berprofesi sebagai kopilot pesawat komersial. Pekerjaan itu dilakukannya secara diam-diam.

Raja Alexander mengaku, tak satu pun penumpang pesawat yang mengenali wajahnya. Padahal, dua kali dalam satu minggu ia duduk di dalam kokpit.

Willem-Alexander diangkat menjadi Raja Belanda pada 2013, tapi perannya sebagai kopilot terus berlanjut hingga sekarang.

Dikutip dari The Telegraph, Raja Belanda tersebut mengaku sangat menikmati apa yang ia kerjakan selama ini. "Menurut saya terbang itu luar biasa," ujar Alexander.

Dia menyatakan ingin terus bekerja sebagai kopilot dan dalam beberapa bulan mendatang dan akan dilatih untuk menerbangkan Boeing 737. Selama ini ia baru menerbangkan Fokker 70 hanya untuk jalur Eropa.

Raja berusia 50 tahun ini tidak pernah menggunakan nama aslinya saat menyambut para penumpang yang masuk ke dalam pesawat. Karena itulah, banyak orang yang tidak mengenali dirinya ketika menggunakan seragam pilot maskapai KLM.

Sebelum dinobatkan sebagai Raja Belanda, dia terus berupaya mempertahankan lisensi terbangnya dengan sesekali menjadi "pilot tamu".

Namun, tanpa diduga khalayak umum, ternyata dia menjadi kopilot untuk penerbangan komersial dua kali dalam seminggu dan biasanya terbang bersama kapten pilot Maarten Putman.

Raja Belanda mengaku memiliki hobi amatlah penting agar bisa berkonsentrasi dalam melakukan pekerjaannya di Istana.

Baginya terbang sangat menenangkan karena dia bisa mengeluarkan masalah lain dari benaknya.

Raja Willem-Alexander pernah mengatakan jika tidak terlahir di istana, maka mimpinya adalah menerbangkan pesawat penumpang besar seperti Boeing 747. Maka tak heran kini dia ingin meningkatkan lisensinya sebagai pengemudi pesawat terbang dengan pangkat kapten penerbang.

Raja juga mengaku ada beberapa penumpang yang mengenali suaranya meski ia tidak pernah menyebutkan nama sebenarnya.

"Keuntungannya adalah saya selalu menyambut penumpang atas nama kapten dan para awak. Jadi saya tidak perlu menyebut nama saya," ujar Raja.

Sebelum berita Raja Willem-Alexander yang kedapatan mengemudikan pesawat komersial terkuak, ada beberapa daftar anggota kerajaan yang juga kedapatan mengemudikan kapal terbang.

Sultan Brunei diketahui menerbangkan pesawat Boeing 747 miliknya, Pangeran Charles adalah pilot berlisensi begitu pula dengan kedua putranya yaitu Pangeran William dan Pangeran Harry.

Selain itu, Raja Abdullah dari Yordania juga dikabarkan menjadi pilot yang terlatih.

Tuesday, 16 May 2017

Fotografer Ini Memotret Proses Lamaran Dari Sepasang Kekasih, Tapi Ia Tidak Sadar Ternyata . . .

Seorang fotografer membuka ceritanya tentang kesalahannya pada saat melakukan sebuah sesi foto.

Pada saat itu ia diharuskan untuk memotret sebuah proses pelamaran sepasang kekasih yang sangat romantis.

Melansir dari Mirror, Jacob Peters menerima sebuah pesan dari seorang pria yang ingin melamar pasangannya di sebuah kawasan cantik di Hawks Bill Crag di Arkansas, AS.

Momen tersebut akan dilakukannya saat matahari sedang terbit dan ia ingin merahasiakan hal ini.

Jacob akhirnya menerima pekerjaan tersebut dan pergi ke tempat tersebut dari rumahnya pada pukul 2.30 dini hari dan sampai pada pukul 4.45 pagi.

Ia kemudian harus hiking membawa peralatan memotret seberat 13 kg dan tanpa sinar apapun kecuali senter dari ponselnya, yang tidak mendapatkan sinyal.

Setelah 45 melakukan perjalanan, ia merasa tersesat dan ingin kembali, tetapi ada beberapa orang yang menunjukkan ia jalannya.

Tepat pada pukul 6 ia sampai di lokasi yang dituju dan menunggu.

Jacob mengatakan: "Sekitar pukul 6.17 pagi ada sepasang kekasih yang muncul.

Itu mereka, aku saat itu yakin itu mereka.

Agak terlambat tetapi tidak terlalu terlambat.

Mereka menaiki Hawksbill crag, berbicara sebentar dan kemudian lamaran tersebut terjadi.

Si pria mengambil cincin dan berlutut di belakang sang wanita.

Begitu si wanita berbalik, wanita tersebut hanya bisa menangis dan memeluknya dan tentu saja ia mengatakan ya dan semua berjalan dengan baik.
Ia menangkap semua momen

"Aku berada di situ sekitar 10-15 menit, hanya mengambil foto.

Kemudian duduk, untuk melihat matahari terbita dan aku pikir pekerjaanku selesai, aku beres-beres dan turun."

Jacob yang kelelahan masih harus berjalan satu jam menuju mobilnya dan juga harus mengendarai mobil ke rumahnya.

Karena tidak ada sinyal telepon di tempat ia memotret, ia akhirnya dapat mengirim pesan ke si pria yang melamar dan memberikan selamat.

Jacob juga mengatakan bahwa fotonya sangat indah, sebelum akhirnya ia tertidur pada pukul 9 pagi di rumahnya.

Tapi ketika ia terbangun, Jacob melihat balasan dari si pria: "Aku bingung, kita tidak bisa melihatmu dan memang kami agak terlambat, apa kamu yakin itu kami? Aku menggunakan baju berwarna biru..."

Dan ternyata Jacob memotret pasangan yang salah!

"Jadi aku menghabiskan 6 setengah jam, 40 dollar AS untuk makanan dan bensin, 450 foto, dan mengambil foto orang yang salah," ungkap Jacob.

Fotografer tersebut akhirnya meminta bantuan pada penghuni Facebook untuk menemukan pasangan yang ada di foto dan mengunggah fotonya ke Facebook dan membiarkan orang-orang memberi tahunya ketika ada yang mengklaim foto tersebut.

Ia menulis: "Pasangan tersebut telah ditemukan dan dikontak dan mereka memiliki foto tersebut sekarang.

"Untuk orang yang ingin tahu, mereka berasal dari Dallas, Texas.

Terima kasih kepada semua orang yang telah berbagi. Internet memang tidak pernah membuatku kecewa."

Yah, setidaknya pasangan tersebut mendapatkan foto spesial di hari spesial mereka tersebut, dan foto-fotonya emang keren.

Text Widget

Sample text

Ads 468x60px

Labels

Followers

Featured Posts

Find Us On Facebook

Semoga

Featured Video

Sponsor

Follow us

Video Of Day

Flickr Images

Popular posts

POPULAR POSTS