Showing posts with label Tausiah Islam. Show all posts
Showing posts with label Tausiah Islam. Show all posts

Monday, 27 June 2016

Tak Puasa, Jusuf Kalla Dimarahi Pelayan Kafe


Mungkin hanya orang gila yang berani ngomelin seorang Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Bagi Warga Negara Indonesia (WNI) tentulah akan berfikir ribuan kali untuk memarahi Wapres. Apalagi kalau “jabatannya” hanyalah, maaf seorang pelayan kafe.

Namun ini benar terjadi. Yaa..seorang pelayan sebuah kafe benar-benar ngomelin seorang Wapres RI M Jusuf Kalla, berikut ceritanya :

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menggelar buka puasa bersama di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Dalam kesempatan itu, JK sempat bercerita pengalaman unik saat berpuasa di luar negeri.

Kala itu, JK mengadakan kunjungan ke Spanyol sepulang dari Amerika Serikat. Karena merasa habis menempuh perjalanan jauh, JK memutuskan untuk tidak berpuasa.

“Begitu sampai di sana, saya diundang Duta Besar Indonesia main ke rumahnya. Saya lihat pukul 17.00 berarti sudah berbuka, ternyata di sana buka pukul 20.00,” tutur JK.

Karena merasa musafir, JK minta diantar ke sebuah kafe tak jauh dari kediaman dubes. Sesampainya di kafe, JK memesan kopi cappuccino sebagai pembuka.

Tapi, pelayan cafe kemudian mempertanyakan sesuatu kepada JK. “Anda Muslim, ya. Belum waktunya berbuka, kata pelayan kafe,” imbuh JK.

Rupanya sang pelayan sadar rombongan ini adalah Muslim karena melihat salah satunya mengenakan kopiah. JK berusaha menjelaskan kalau dirinya musafir yang baru saja menempuh perjalanan jauh.

“Anda dari mana, dari Indonesia. Ke sini naik apa, pakai pesawat. Ah, Anda bukan musafir karena tinggal duduk saja,” kata JK menirukan dialog dengan sang pelayan.

Melihat perdebatan itu, sang duta besar menjelaskan kepada pelayan kalau lawan bicaranya itu adalah Wakil Presiden Indonesia. Keterangan itu justru semakin membuat pelayan ini bersikukuh tak memberikan minuman apa pun kepada JK.

“Justru karena Anda Wakil Presiden maka harus memberi contoh pada yang lain, kata pelayan itu,” lanjut JK.

Dari situ JK sadar, pelajaran tentang puasa justru tak didapatkannya dari negara Islam seperti Arab Saudi. Pelajaran itu justru didapat di Spanyol.

“Jadi ini pelajaran didapat justru di Madrid, bukan di Mekah,” pungkas JK.

Thursday, 14 April 2016

Inilah Enam Orang yang Salat Bersama Setan


Mencapai perasaan khusuk dalam salat bukanlah perkara mudah. Ada saja tindakan atau pikiran yang pada akhirnya mengurangi kekhusukkan dalam salat. Hal tersebut tidak terlepas dari ulah dan tipu daya setan.

Golongan yang tercipta dari api  ini senantiasa menggoda manusia agar salatnya tidak sempurna. Itulah mengapa manusia harus selalu waspada, terutama saat melaksanakan ibadah wajib ini.

Enam orang ini bersama setan saat sedang menjalankan salatnya. Bukan mengikuti manusia melaksanakan salat, namun setan tidak berhenti mengganggu hingga manusia tidak berdaya. Siapa saja enam orang tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

1. Orang yang was-was dalam niat

Orang pertama yang bersama setan saat salat adalah mereka yang merasa was-was dalam niat. Biasanya perasaan was-was ini akan berlangsung hingga saat salat. Hal itu membuat orang ragu terkait rukun salat yang seharunya dijalankannya. Misalnya saja lupa jumlah rakaat dan lupa bacaan.

Jika mengalami ini anda patut waspada, karena sebenarnya anda tengah bersama dengan setan yang menggoda. Setan Menghembuskan Was-was dan Syubhat  dalam diri manusia.

Hal ini sudah dilakukan sejak awal permusuhannya dengan Allah SWT. Yakni ketika setan menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa untuk memakan buah Khuldi.

“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat (waswas) kepadanya, dengan berkata,”Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (kekekalan) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” [Thâhâ/20:120].

2. Orang yang ingat itu dan ini
Diantara kita pasti sering mengalami hal ini. Saat sedang khusuk salat, tiba-tiba teringat hal ini dan itu. Ternyata setan tidak akan membiarkan manusia salat dengan khusuk. Mereka akan terus mengganggu ibadah manusia dengan menghadirkan banyak pikiran-pikiran di kepala manusia.

Ada suatu kisah pasa saat Imam Hanafi masih hidup. Seseorang datang kepadanya karena lupa meletakkan sesuatu barang. Imam Hanafi menyuruhnya untuk salat dengan khusuk sepanjang malam dan berdoa kepada Allah agar barang yang hilang dapat ditemukan.

Saat menjalankan perintah tersebut, ternyata baru setengah malam saja orang yang kehilangan barang tadi bisa mengingat dimana ia meletakkan barangnya.

Keesokan harinya Ia bertanya kepada Imam Hanafi mengapa demikian. Sang Imam kemudian menjawab, bahwa  setan tidak akan senang apabila seorang hamba khusyu dalam sholatnya, sehingga setan akan membuatnya mengingat apa yang ia lupakan saat sholat.

3. Orang yang merasa ragu buang angin

Hal ini juga sering dialami oleh banyak orang. Saat selesai wudhu atau tengah salat, tiba-tiba terasa seperti buang angin. Ternyata perasaan ragu buang angin atau tidak merupakan sebuah gangguan yang setan hembuskan untuk mengacaukan sholat seseorang.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian merasakan hal itu, maka janganlah membatalkan shalatnya hingga dia mendengar suaranya atau mencium baunya tanpa ragu.”(H.R Ahmad)

4. Orang yang tidak fokus pada sholat
Tidak fokus saat melaksanakan salat juga menjadi salah satu pertanda bahwa setan sedang bersamanya. Tidak fokus bisa saja disebabkan hal-hal yang dapat mencuri perhatian saat salat. Misalnya hp berdering, memikirkan kendaraan yang sedang diparkir karena takut hilang dan banyak lagi.  Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu 'anha, ia berkata:

“Saya bertanya kepada Rasulullah tentang hukum menengok ketika sholat”. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Itu adalah curian setan atas sholat seorang hamba”. (H.R Bukhari)

5. Orang yang sholatnya tergesa-gesa
Karena ingin mengerjakan hal lain, biasanya seseorang salat dengan cepat dan tergesa-gesa. Sebaiknya anda lebih berhati-hati lagi terhadap hal ini. Karena sebenarnya, ini pertanda bahwa anda sedang bersama setan. Rasulullah SAW melawang umatnya melakukan hal itu. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :

“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (H.R Ahmad)

Dalam hal ini Rasulullah menganggap perbuatan mencuri dalam sholat lebih buruk daripada mencuri harta.

6. Wanita yang shalat ke masjid menggunakan wangi-wangian
Ternyata wanita yang ke mesjid dengan menggunakan wewangian juga didekati oleh setan. Dengan aroma-aroma tersebut setan justru lebih mudah untuk membuat salat orang yang ada disekitar wanita yang memakai wewangian agar tidak khusuk. Menggunakan wangi-wangian saat ke masjid adalah salah satu perbuatan yang Rasulullah larang.

Rasulullah bersabda, yang artinya : “Jika salah satu dari kalian(para wanita) hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali menyentuh wewangian.”(H.R Muslim)

Semoga kita cepat menyadari ketika mengalami enam hal di atas. Jangan sampai ikut terpedaya. Dan hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Wallahu A'lam Bishawab.

Tuesday, 29 March 2016

Dua Dosa yang Tetap Mengalir Meski Sudah Meninggal



Sebagian manusia bisa dengan mudah melakukan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan tersebut terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.

Balasannya mutlak neraka yang sudah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingkar. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja.

Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya meski Ia sudah meninggal. Apa saja dosa-dosa tersebut? Berikut ulasannya.

Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap mendapatkan dosa karena perbuatannya semasa di dunia masih berpengaruh buruk terhadap orang lain.

Padahal di alam barzah manusia sangat membutuhkan limpahan pahala sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun karena dosa jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan semasa hidup.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Lantas apa saja dosa yang akan terus mengalir ini?

1. Menjadi Pelopor Maksiat
Pelopor merupakan orang yang pertama melakukan suatu tindakan sehingga yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini akan sangat bagus jika menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Namun bagaimana jika menjadi pelopor maksiat?

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tidak mengajak orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak memberikan
motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun karena perbuatannya ini Ia berhasil menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa.

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung pelopor dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka akan terus mengalir hingga hari kiamat kelak.

2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat
Berbeda dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan nyata mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir kelak akan menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan dan bid’ah.

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selama masih ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Karena hidup tidak hanya semata di dunia lalu selesai ketika sudah meninggal. Namun perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal...

Text Widget

Sample text

Ads 468x60px

Labels

Followers

Featured Posts

Find Us On Facebook

Semoga

Featured Video

Sponsor

Follow us

Video Of Day

Flickr Images

Popular posts

POPULAR POSTS