Showing posts with label Mie. Show all posts
Showing posts with label Mie. Show all posts

Thursday, 7 September 2017

Mengintip Pabrik Mi Tradisional di Bantul

 Suasana proses pembuatan Mi Lethek cap Garuda di Dusun Bendo, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Bantul. Pabrik Mi Lethek berdiri sekitar tahun 1940 dan dikelola turun-temurun ini beroperasi secara tradisional serta proses pembuatan masih digerakkan oleh seekor sapi.
 
Suara kayu beradu sahut menyahut dengan lenguhan sapi yang menggerakkan batu alat giling di pabrik pembuatan mi tradisional, di Dusun Bendo, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Bantul.
Pabrik yang telah berdiri sejak 1940-an itulah, menjadi wadah bagi sekitar 20 warga Dusun Bendo, yang sebagian telah berumur di atas 50 tahun, menggantungkan hidupnya sebagai pembuat mi, yang dikenal sebagai mi lethek (lethek dalam bahasa Jawa berarti kusam).
Berada di tepian Sungai Progo, pabrik mi lethek ini hampir tidak menggunakan alat produksi modern. Semua peralatan menggunakan alat tradisional, seperti alat penggiling tepung berupa batu silinder seberat 1 ton yang ditarik menggunakan tenaga sapi, dan oven berbahan bakar kayu.
Perbedaan hanya terlihat pada penggunaan mesin pencetak mi menggunakan mesin. Yasir Ferry Ismatrada pemilik pabrik mengatakan, penggunaan mesin karena pekerja yang sudah berumur dan kecepatan proses pencetakan, dulu dibutuhkan delapan orang untuk pengerjaan manual, sekarang hanya butuh tiga orang dibantu dengan mesin pencetak.

Mi lethek terbuat dari bahan dasar tepung tapioka atau tepung singkong yang dicampur dengan gaplek Kedua bahan itu diaduk dengan menggunakan alat berbentuk silinder. Setelah bahan baku diaduk, dimasukkan ke tungku kukusan, lalu diaduk lagi untuk mengatur kadar airnya. Kemudian adonan tersebut dicetak dan dikukus lagi. Proses terakhir berupa pencetakan dan penjemuran mi hingga kering.

Pabrik yang dikelola turun-temurun ini beroperasi secara tradisional dengan menggunakan tenaga manusia yang berusia lanjut dan hanya mampu memproduksi mie sebanyak 10 ton setiap bulannya. Jumlah tersebut masih jauh dari permintaan, yang bahkan hingga kini terus meningkat. Namun, keberadaan pabrik yang masih tradisional tersebut, juga dinilai memiliki potensi sebagai obyek wisata baru.

Mi Garuda dijual dengan harga Rp 70.000 per lima kilogram dan dipasarkan di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Walaupun di pasaran harus bersaing dengan banyaknya mi yang diproduksi pabrik modern, mi lethek sebagai salah satu kekayaan kuliner di Nusantara tetap bertahan hingga sekarang dengan ciri khas rasa dan cara pembuatannya yang masih tradisional.

Wednesday, 1 February 2017

Ini Reaksi Bule Saat Pertama Coba Mi Instan Indonesia, Ketagihan Gak Ya?


Bagi orang Indonesia, mi instan sudah menjadi makanan pokok setelah nasi. Apalagi bagi anak kosan, mi instan sudah seperti penyelamat di kala lapar menyerang di malam hari dan tanggal-tanggal tua. Rasa mi instan Indonesia pun terbilang unik dan memiliki berbagai macam varian yang gak bakal kamu temui di luar negeri deh.

Nah kamu mungkin menganggap mi instan Indonesia paling terbaik deh di antara mi-mi negara lainnya. Lalu bagaimana ya penilaian bule terhadap mi instan kita? Apakah mereka juga ketagihan seperti kita? Atau malah tak suka ya? Simak deh reaksinya di bawah ini.
 
1. Potongan bakso di mi instan kuah itu kriuk banget, unik!

Pertama adalah dari YouTuber asal Korea, Haley Project. Bersama dengan temannya Vil. Pertama mereka mencoba mi rasa baso spesial. Yang membuat unik adalah potongan bakso yang dinilai sangat renyah dan enak. Sedangkan untuk rasa hampir sama dengan mi-mie instan Korea.

Selanjutnya mereka mencoba mi rasa soto ayam. Dibandingkan dengan sebelumnya mereka lebih menyukai rasa bakso daripada soto. Menurutnya rasanya cenderung aneh seperti makanan bayi dan seperti mi instan rasa kari.

 
2. Perpaduan manis dan pedas mi instan goreng itu menggoyang lidah.

Selanjutnya adalah YouTuber Emmy dari Jepang yang mencoba mi goreng. Dari awal memasak hingga mi dicampur dengan bumbunya, Emmy sudah bisa merasakan bahwa mi ini punya bau yang sangat menggugah selera. Untuk rasa perpaduan gurih, pedas dan bumbu yang sangat kuat membuat mi ini terasa lezat di lidah Emmy.
 
3. Gak bisa berkata apa-apa, tapi ini enak banget!

Ketiga adalah YouTuber BenDeen yang mencoba mi instan goreng. Sekali suap pertama dia langsung membelakkan mata dan melanjutkan suapan berikutnya tanpa henti hingga habis. Ben tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata, menurutnya mi satu ini sangatlah enak sekali. Bagi dirinya pecinta mi mi dari berbagai negara, mi instan asal Indonesia termasuk yang paling lezat. Perpaduan rasa msg, manis dan pedas benar-benar membuatnya menjadi unik.

Text Widget

Sample text

Ads 468x60px

Labels

Followers

Featured Posts

Find Us On Facebook

Semoga

Featured Video

Sponsor

Follow us

Video Of Day

Flickr Images

Popular posts

POPULAR POSTS