Thursday, 31 March 2016

SUBHANALLAH..Supir Angkot yang beriman, silahkan berbagi...


Ketika sedang menunggu angkot, tiba-tiba muncul angkot yg dikendarai pria cukup gondrong, agak seram wajahnya tetapi terlihat ramah.

"Ayo pak haji naik, langsung nih tidak ngetem" sapa sopir.

Saya pikir ini strategi marketing para sopir yg menawarkan dengan bahasa manis, memanggil penumpang dg sebutan haji dan tidak ngetem, krn biasanya tetap akan ngetem.

Akhirnya saya naik angkot tersebut, hanya saya terdapat dua penumpang di angkot ini.

Tidak lama, penumpang satunya turun, maka tinggal saya sendiri.

Saya berfikir kasian juga sopir ini kalau hanya ada satu penumpang.

Saya mulai aja ngobrol, " Pak, tidak ngetem dulu saja? Kan penumpang hanya saya."

Sopir, " Tidak pak haji, saya sih tidak biasa ngetem, males dan bikin penumpang tidak suka jg.

" Terus gimana dg penumpang yg sepi begini, apa cukup utk setoran?" lanjut saya.

"Alhamdulillah pak haji selama ini selalu ada rizqi Allah. Sambil nyetir begini saya sambil terus dzikir dan berdoa agar rizqi lancar." Lanjut sopir.

" Masya Allah, bagus sekali pak, dzikir apa yg biasa dibaca pak ?" tanya saya.

"Pernah denger pengajian di masjid pak Haji, disuruh membiasakan baca istighfar sebanyak-banyak. Insya Allah akan diampuni Allah dan rizqi akan lancar," lanjut beliau.

"Alhamdulillah bagus sekali pak, smg terus dilanjutkan dzikirnya dan semoga rizqinya makin lancar." lanjut saya.

Tidak beberapa lama ada penumpang naik 1 orang, terus dilanjut lagi 2 dan akhirnya hampir penuh angkot ini, padahal saya liat angkot lain banyak yang kosong.

" Kiri pak, saya turun di Dompet Dhuafa," kata saya.

" ooo pak haji kerja di Dompet Dhuafa, tidak usah bayar pak haji, anak saya pernah dibantu waktu sakit." beliau berkata sambil senyum dengan mata berbinar.

" Alhamdulillah pak semoga putranya terus sehat, tp saya tetap bayar ya..(sambil memberikan uang dengan agak memaksa). Assalamu'alaikum," kata saya sambil pergi

Terdengar jawaban sopir," wa'alaikumussalam"

Sungguh suatu nasehat kehidupan yang sangat berarti dari sopir angkot ini. Keramahan, keyakinan kepada Allah dan juga terus menjaga dzikir dan doa dalam perjalanannya.

Semoga kita semua bisa mengambil manfaat dari cerita singkat ini. Aamiin

Resmi Turun, Ini Harga Baru BBM


Turunnya harga BBM tak lepas dari semakin dekatnya puasa dan Lebaran.
 

Pemerintah memutuskan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, yang turun hanya dua jenis BBM, yakni premium dan solar.
"Maka hari ini kami memutuskan harga premium yang Rp6.950 menjadi Rp6.450 per liter, jadi turun Rp500 per liter. Solar dari Rp5.650 menjadi Rp5.150 per liter. Minyak tanah tetap," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, dalam keterangan pers, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 30 Maret 2016.

Sudirman menuturkan, penurunan harga BBM tersebut tidak terlepas dengan semakin dekatnya puasa dan Lebaran, yakni Juni dan Juli 2016.

Dengan demikian, turunnya harga BBM ini juga tidak membuat gejolak.

Penurunan harga BBM mulai berlaku 1 April 2016. Dengan penurunan ini, pemerintah berharap bisa menjaga kebutuhan pokok.

"Mudah-mudahan enam bulan ke depan harga bisa kita pertahankan, sehingga masyarakat bisa menyusun rencana dengan baik," ujarnya berharap.

Pria Ini Pernah Jadi Kapolsek Cuma 10 Menit

Jika pada umumnya jabatan Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) atau jabatan strategis lainnya di institusi Polri bisa mencapai dua tahun atau lebih, hal itu tidak berlaku bagi Putu Kholis Aryana. Perwira jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2004, yang akrab disapa Putu ini mengaku dirinya pernah merasakan singkatnya jabatan sebagai Kapolsek saat bertugas di Polsek Jiwan, Polres Madiun, Jawa Timur.

Ini lantaran ketika usai serah terima jabatan (Sertijab), ia dihadapkan pada pilihan yang lebih menggiurkan, yakni lulus ikut Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Putu pun langsung mengamininya. 
"Jadi waktu itu ketika baru selesai Sertijab, saya mendapat kabar bahwa saya lulus ikut PTIK. Ya, saya langsung terima dan jabatan Kapolsek saya lepas. Enggak sampai 10 menit saya menjabat sebagai Kapolsek, mangkok bakso masih saya pegang, eh dapat kabar promosi itu (PTIK). Bersyukur banget tentunya," jelas Putu.
Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Satuan Narkoba Polresta Depok, dengan pangkat Komisaris Polisi itu, ternyata memiliki jejak gemilang sebagai anggota Bhayangkara.
Salah satu prestasi yang menonjolnya itu ketika Putu menjabat sebagai Kepala Unit Narkoba di Polres Madiun pada tahun 2009. 
Kala itu, dia berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di kawasan rumah tahanan militer di Madiun. 
"Ada oknum dan warga sipil yang berhasil kami amankan ketika sedang mengkonsumsi narkoba. Jenisnya sabu," kenang pria yang berusia 33 tahun tersebut.
Dari situl dia mendapat promosi sebagai Kapolsek Jiwan, walau hanya 10 menit, lantaran memilih ikut PTIK. Setelah lulus PTIK, Putu ditempatkan sebagai Kasat Narkoba di Polres Bantul, Polda DIY pada tahun 2011. 
"Di situ cuma dua bulan. Kemudian Alhamdulillah sempat jadi ajudan Bapak Wakapolri, yang saat itu Komjen Nanan Soekarna, selama dua tahun," bebernya.
Setelah itu, ia melanjutkan karirnya sebagai Kanit Reskrim di Jakarta Barat. Tahun 2015, Putu diangkat sebagai Kapolsek Sunda Kelapa, Polres Tanjung Priuk.
"10 bulan saya menjabat dan saat ini saya bertugas di Depok sebagai Kasat Narkoba. Semua proses saya syukuri. Semua kita ikuti alurnya saja."
Belum sampai satu bulan menjabat, Putu pun kembali membuktikan taringnya sebagai penegak hukum dengan meringkus bandar narkoba hingga kurirnya. Total sebanyak 31 tersangka ditangkap sepanjang bulan Maret. Operasi ini di bawah pimpinannya langsung.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni ganja seberat 407 gram berikut 14 gram narkoba jenis sabu. 
Polisi pun mengklaim operasi ini telah menyelamatkan 1.290 nyawa generasi bangsa.

Inilah Manusia yang Hutangnya Ditanggung Allah SWT


Kondisi ekonomi yang kurang terkadang memaksa seseorang untuk berhutang. Biasanya tindakan ini menjadi jalan terakhir ketika kerja keras yang dilakukan belum membuahkan hasil.

Islam mengajarkan umatnya agar menghindari tindakan yang dianggap menjadi solusi ekonomi tersebut. Pasalnya, hutang menjadi salah satu penghalanga seseorang masuk surga. Jika belum dilunasi hingga meninggal, maka hukumannya akan semakin berat lagi.


Namun tahukah anda bahwa ternyata Allah SWT mau menanggung hutang manusia? Golongan ini sangat beruntung karena mendapat keistimewaan dari Sang Maha Pencipta. Hutang mereka dianggap lunas karena Allah SWT mau menebusnya. Siapakah mereka? Berikut ulasannya.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda bahwa hutang dapat menghalangi seseorang masuk surga. Kecuali mereka melunasi hutang tersebut terlebih dahulu sebelum meninggal dunia.

Akan tetapi kondisi ekonomi yang begitu kekurangan, membuat seseorang terpaksa berhutang kepada orang lain. Sehingga mau tidak mau orang menempuh cara ini untuk bertahan hidup.

Namun, Allah SWT tidak serta merta menghalangi mereka untuk masuk surga karena hutang yang dimilikinya. Mereka yang termasuk golongan tidak masuk surga ini pasti melakukan kesalahan dalam kegiatan hutangnya.

Karena faktanya, Rasulullah SAW mengatakan bahwa ternyata Allah SWT akan menanggung hutang manusia yang dikehendaki-Nya. Tentu saja tidak semua dapat beruntung mendapatkan kehormatan tersebut.

Golongan ini adalah mereka yang berhutang demi kemaslahatan dan bersungguh-sungguh untuk melunasinya. Jika suatu saat orang ini meninggal sebelum mengembalikannya, maka Allah SWT akan menanggungnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya ”Tidak ada seorang muslim yang diutangi suatu utang yang Allah SWT ketahui bahwa dia hendak melunasinya, melainkan Allah akan melunasinya untuk di dunia dan di akhirat,” ( HR. Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Hakim)

Maksud dari sabda Nabi Muhammad SAW di atas adalah, apabila seseorang berhutang dan berniat melunasinya, maka Allah SWT akan memberikan kemampuan kepada orang tersebut untuk melunasinya. Jika orang itu meninggal dunia, namun belum mampu melunasi hutangnya meskipun telah berusaha sekuat tenaga, maka Allah yang menanggungnya.

Umar bin Hushain menceritakan BAHWA Maimunah mempunyai banyak hutang. Lalu keluarganya menemuinya dan mencelanya. Karena itu Ia berkata ” Aku tidaklah meninggalkan hutang, karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “seseorang yang mempunyai hutang, tetapi Allah SWT mengetahui bahwa yang bersangkutan bermaksud melunasinya, pasti Allah akan membantunya di dunia ini” (HR. Nasa’i dan Ibnu Majah).

Setiap orang yang beriman harus memiliki keyakinan bahwa setiap tindakan yang benar akan senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT. Demikian pula saat kita memiliki hutang demi kemaslahatan dan berniat melunasinya. Kita harus yakin bahwa Allah SWT pasti memberi kemampuan kepada kita untuk benar-benar melunasinya di dunia.

Tidak hanya Allah, orang berhutang yang juga ada yang mendapat jaminan dari Rasulullah SAW. Aisyah ra. menuturkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “”Barang siapa di antara umatku yang mempunyai hutang, kemudian Ia bersungguh-sungguh untuk melunasinya, tetapi kemudian Ia meninggal dunia sebelum dapat melunasinya, maka akulah yang menjadi penjaminnya. (HR. Ahmad)

Seseorang yang berhutang kepada orang lain dan berniat untuk melunasinya pada suatu saat, tetapi kemudian Ia meninggal sebelum dapat melunasinya, sedangkan tidak ada ahli waris yang sanggup melunasinya, maka Rasulullah SAW yang menjaminnya.

Namun ini bukan menjadi alasan seseorang untuk mudah berhutang kepada orang lain sebelum berusaha terlebih dahulu. Karena Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati.

Wednesday, 30 March 2016

Gadis 18 Tahun Dinikahi Kakek 66 Tahun, Apa Alasannya?



Setiap pasangan yang sedang berpacaran, pasti menginginkan hubungannya diteruskan ke jenjang pernikahan. Hal ini sebagai komitmen dan tanda keseriusan, dari kedua pasangan yang sedang dilanda cinta.

Memilih pasangan untuk diajak menikah memang tidak boleh sembarangan. Kita harus memiliki kriteria yang sesuai dengan ajaran agama, apalagi jika Anda menginginkan rumah tangga yang dibina berumur panjang, bahkan hingga ajal menjemput.

Namun tidak sedikit mereka yang menikah memiliki perbedaan umur yang cukup jauh. Salah satunya gadis berumur 18 tahun ini, yang rela dinikahi seorang kakek yang sudah berumur 66 tahun. Lalu apa alasan sang gadis menerima pinangan kakek ini?

Gadis yang berasal dari Malaysia bernama Nur Nasirah Mohd Nazri mengakui, jika ia sangat mencintai pria tersebut.

"Meskipun usia kami jauh berbeda, namun saya menikah dengan dia karena cinta, bukan karena uang atau utang budi," ucap Nasirah yang kami kutip dari Utusan.com.

Ia menikahi pria bernama Ismail Lombok, yang sudah berumur 66 tahun, sebagai suaminya. Nasirah mengenal kakek ini sekitar dua tahun lalu. Ketika itu Ismail yang merupakan seorang pensiun, sering minum di warung ibunya, Salma Abdullah yang umurnnya pun masih lebih muda yaitu 42 tahun di Paka, sebuah kota pantai di Terengganu, Malaysia.

Nur mengakui jika ia mencintai Ismail karena sikapnya yang baik. Di saat itulah, ia merasa cintanya sudah melekat pada sang kakek delapan anak ini.

Setali dua uang, Ismail pun rupanya menaruh hati pada Nur. Meskipun jatuh cinta, awalnya Nur tidak memberi perlakuan spesial kepada sang pria. Bur melayani Ismail seperti pelanggan lainnya.

"Biarlah apa kata orang, saya menerima dia apa seadanya, dia begitu peduli dan menyayangi saya sepenuh hati. Setelah kami direstui keluarga, kami menikah dengan cara yang sah, ikut adat," kata Nur Nasirah.

Sebagai mahar, Ismail membawa uang sebesar RM7.000 atau sekitar Rp23,4 juta untuk meminangnya. Dan acara pernikahan berlangsng cukup ramai, pada tanggal 18 Maret lalu. Dan setelah mengunggah foto-fotonya ke sosial media, pasangan ini pun langsung menjadi viral.

Tuesday, 29 March 2016

HEBAT !! Bupati Perempuan Pertama di Sulsel Ini Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan


Kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan yang akan menaikkan premi atau iuran BPJS 1 April 2016 mendatang, mendapat reaksi dan penolakan dari Bupati Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Hj Indah Putri Indriyani.

Bupati Luwu Utara Hj Indah Putri Indriyani mengatakan menolak dan tidak setuju kenaikan iuran BPJS Kesehatan, karena akan membebani masyarakat.

Kenaikan iuran BPJS tentu terkait kemampuan anggaran daerah, dan akan membebani masyarakat. Hasil laporan BPJS saja baru-baru ini, masih banyak peserta BPJS yang menunggak, itupun dengan iuran yang masih rendah. Dengan kenaikan hampir dua kali lipat pasti membebani masyarakat,” kata Bupti Luwu Utara, Indah Putri Indriyani di Masamba, Kamis (24/3/2016).

“Saya berharap kepada pemerintah pusat dengan Peraturan presiden (Perpres) No 19 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perpres No12 tahun 2013 tentang jaminan kesehatan agar kebijakan ini ditinjau ulang, karena akan membebani masyarakat,” kata Bupti Luwu Utara, Indah Putri Indriyani.

Menurut Bupti Luwu Utara, Indah Putri Indriyani, dengan dukungan DPRD, maka Pemkab Luwu Utara akan tegas menolak kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Tahun ini saja, dalam APBD Luwu Utara, sudah dianggarkan sekitar Rp6 miliar untuk membayar iuran BPJS Kesehatan masyarakat miskin. Dengan kenaikan hampir dua kali lipat, berarti kami harus menganggarkan pertahunya sekitar Rp12 miliar. Jelas ini sangat membebani anggaran kita,” tegas Bupati Luwu Utara Hj Indah Putri Indriyani.

Bupati Luwu Utara Hj Indah Putri Indriyani menambahkan, banyaknya peserta BPJS Kesehtan yang mengeluhkan belum maksimalnya pelayanan BPJS, ditambah Kartu Indonesia Sehat (KIS) juga belum berfungsi dengan baik, sehinhga bila ditambah lagi dengan kenaikan iuran, maka akan menambah beban masyarakat.

“Jangan buru-buru dululah menaikkan iuran, namun dievaluasi dulu apakah pelayanan sudah memenuhi harapan masyarakat atau tidak. Kalaupun terpaksa harus dinaikkan diajak dulu Pemda dan stekholder lainya untuk berdiskusi terkait kesiapannya. Tapi kalau seperti ini adalah kebijakan sepihak, maka kami tidak setuju dengan hal tersebut,” tegasBupati Luwu Utara Hj Indah Putri Indriyani yang menjadi bupati perempuan pertama di Provinsi Sulawesi Selatan ini.

Dua Dosa yang Tetap Mengalir Meski Sudah Meninggal



Sebagian manusia bisa dengan mudah melakukan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan tersebut terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.

Balasannya mutlak neraka yang sudah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingkar. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja.

Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya meski Ia sudah meninggal. Apa saja dosa-dosa tersebut? Berikut ulasannya.

Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap mendapatkan dosa karena perbuatannya semasa di dunia masih berpengaruh buruk terhadap orang lain.

Padahal di alam barzah manusia sangat membutuhkan limpahan pahala sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun karena dosa jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan semasa hidup.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Lantas apa saja dosa yang akan terus mengalir ini?

1. Menjadi Pelopor Maksiat
Pelopor merupakan orang yang pertama melakukan suatu tindakan sehingga yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini akan sangat bagus jika menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Namun bagaimana jika menjadi pelopor maksiat?

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tidak mengajak orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak memberikan
motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun karena perbuatannya ini Ia berhasil menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa.

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung pelopor dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka akan terus mengalir hingga hari kiamat kelak.

2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat
Berbeda dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan nyata mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir kelak akan menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan dan bid’ah.

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selama masih ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Karena hidup tidak hanya semata di dunia lalu selesai ketika sudah meninggal. Namun perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal...

Text Widget

Sample text

Ads 468x60px

Labels

Followers

Featured Posts

Find Us On Facebook

Semoga

Featured Video

Sponsor

Follow us

Video Of Day

Flickr Images

Popular posts

POPULAR POSTS