Friday, 30 June 2017

Kue Kering Berbentuk Unik yang Sayang untuk Dikunyah

Kalau bisa diawetkan, lebih baik kue keringnya diawetkan saja

Kue kering biasanya dibuat untuk dimakan. Tapi ada pembuat kue kering yang sepertinya berharap kalau kuenya tidak dimakan. Cukup dibeli, difoto dan diunggah ke Instagram, lalu entah dikemanakan yang penting tidak dimakan. Kalau bisa memilih, mungkin akan lebih baik diawetkan. Kok bisa begitu? Bisa! Nih Bintang.com bakal kasih lihat beberapa kue yang macam itu. Cekidot!

Kue Kering

 






Nah, maukah kamu memakan kue-kue kering di atas? :3

Wednesday, 21 June 2017

Soal Lukisan Keluarga Khong Guan Tanpa Ayah, Ini Jawaban Pelukisnya


Selain nastar, kastengels, dan kue kering lainnya, ada hidangan khas yang selalu disajikan pada hari raya. Apalagi kalau bukan biskuit Khong Guan.

Tidak ada perubahan berarti pada penampilan kaleng biskuit tersebut. Warna merah dan gambar deretan biskuit yang bisa dinikmati di dalamnya menghiasi kaleng.

Namun satu hal yang paling diingat dari kaleng biskuit itu, yakni lukisan ibu dan dua anaknya yang sedang menikmati teh dan biskuit. Uniknya, tidak ada ayah dalam lukisan itu.

Pelukis gambar itu adalah Bernardus Prasodjo, yang kini berusia 69 tahun. Dalam sebuah video yang diunggah ANTARA News di YouTube, Bernardus menuturkan kisah di balik lukisan yang ikonik itu.

Ia juga berkomentar tentang pertanyaan banyak orang tentang gambar itu, yakni keberadaan sosok ayah.

Bernardus mengatakan ia mendapat pesanan untuk gambar itu dari sebuah perusahaan separasi film.

"Mereka pesan banyak sekali gambar ke saya. Salah satunya Khong Guan itu," kata Bernardus.

Ketika itu, ia mendapat contoh dari sebuah majalah. Potongan gambar itu terlihat lusuh. Ia mengikuti saja arahan yang diberikan pihak pemesan soal gambar yang diinginkan mereka.

Menurut Bernardus, gambar yang sampai saat ini menghiasi kaleng biskuit Khong Guan itu tidak banyak berbeda dengan gambar contoh yang disodorkan padanya.

"Ya cuma ini bajunya warna kuning, yang ini merah. Kemudian anaknya yang ini rada digeser ke mari, yang ini jadi pegang biskuit. Ya begitu aja," papar pria berusia 69 tahun itu.

Ketika ditanya soal ketiadaan sosok ayah dalam gambar itu, Bernardus mengaku tidak tahu persis. Meski demikian ia memiliki sebuah teori.

"Menurut saya itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya membeli. Jadi yang penting ada ibunya di situ," jawab Bernardus lalu tersenyum.

"Karena yang belanja ibunya kok," lanjut pria yang kini aktif dalam pengobatan prana tersebut.

Bernardus pun menuturkan proses pembuatan gambar itu. Awalnya ia membuat sketsa dengan komposisi gambar sesuai pesanan .

"Kita sketch dulu. Kira-kira seperti ini mau gak. Sampai sudah setuju kira-kira komposisinya seperti itu, baru kita lukis," tutur Bernardus.

Seingat dia, lukisan itu ia buat sekitar tahun 1970-an.

"Yang penting dari pekerjaan-pekerjaan semacam itu, bisa punya rumah, bisa punya mobil," katanya.

Bernardus menuturkan ia mengawali karier sebagai pelukis profesional sejak menjalani kuliah di Institut Teknologi Bandung.

Rumah kosnya di Jalan Lengkong Kecil Bandung bersebelahan dengan kantor redaksi Aktuil, sebuah majalah musik terkenal saat itu.

"Kami suka main ke situ, bantu-bantu buat ilustrasi. Keterusan. Lama-lama kuliahnya ketinggalan," katanya.

Dari situ ia mulai mendapat pesanan komik, yang lama-lama semakin banyak. Dari komik, ia mendapat pesanan dari perusahaan untuk menggambar produk mereka.

"Dulu, saya ke supermarket, itu bangga sekali. Hampir semua etiket-etiket yang laku itu, saya yang bikin. Tetapi, makin ke sini, makin sedikit," tutur Bernardus.

Saat ini yang tersisa hanya Khong Guan, Monde, dan Nissin wafer, kata Berrnardus.

Tuesday, 20 June 2017

Salut, Ada Peran Orang Indonesia Dibalik Film Wonder Woman


Siapa sangka, dibalik kesuksesan film Wonder Woman ternyata ada peran orang Indonesia di dalamnya. Pencapaian itu semakin menambah daftar karya anak bangsa yang mampu berkibar di panggung internasional. Begitu juga dengan peran pria ini di film Wonder Woman.

Seperti diketahui dari laman IMDb, ada nama Samuel Simanjuntak sebagai environment technical director untuk film yang disutradarai oleh Patty Jenkins itu. Samuel Simanjuntak ternyata sudah berpengalaman menggeluti bidang visual effects teruama untuk film bertema superhero.

Sebelumnya, Samuel pernah terlibat dalam film Suicide Squad (2016, sebagai environment technical director), "X-Men: Apocalypse" dan "X-Men: Days of Future Past" (2014, effects technical director). Bahkan, Samuel juga ikut tergabung dalam produksi film nominasi Oscar, "The Martian" (2015).

Dalam film yang dibintangi Matt Damon itu, Samuel juga duduk sebagai environment technical director: Jadi bisa disimpulkan kalau keahliannya sudah tidak perlu diragukan lagi. Kalau menilik akun Linkedin-nya, Samuel tercatat bekerja di MPC perusahaan bidang visual effects untuk gambar bergerak, dari iklan hingga film.

Monday, 12 June 2017

Terkuak, Fungsi Bagian Tumpul Tusuk Gigi



Tusuk gigi, benda kecil yang berfungsi sebagai pembersih sisa-sisa makanan ini ternyata didesain dengan fungsi tersendiri dan tidak diketahui banyak orang.

Soal ujung yang runcing dan tajam sudah pasti berfungsi untuk menyungkil makanan di sela-sela gigi. Namun ujung satunya yang diukir sebenarnya untuk apa?

Ternyata, guratan-guratan yang ada pada bagian yang berseberangan dengan sisi runcing dibuat sedemikian rupa agar tusuk gigi mudah dipatahkan.

Fungsi Bagian Tumpul Tusuk Gigi

Nah, patahan tersebut bisa dipakai untuk mengganjal ujung yang runcing saat diletakkan di atas meja. Sehingga ujung runcing tusuk gigi tersebut tidak terkontaminasi dengan kotoran yang ada di meja.

Ukiran atau guratan tersebut dimaksudkan agar saat proses pematahan tidak sulit, selain itu patahannya bisa rapi.

Walaupun memang sebagian besar dari kita hanya memanfaatkan ujung yang runcing saja, namun bolehlah sekali-kali Anda mencoba kegunaan dari ujung lain yang tumpul dengan fungsi yang tak kalah penting.

Saturday, 10 June 2017

Keistimewaan Malam Ramadhan



10 Pertama :

Pada 10 hari pertama bulan Ramadhan Allah SWT memberikan rahmat  dan limpahan pahala dari berbagai amalan yang kita lakukan selama puasa. Fase-fase 10 hari pertama Ramadhan memang merupakan fase terberat dan tersulit karena merupakan fase peralihan dari kebiasaan pola makan normal menjadi harus menahan lapar dan haus mulai dari subuh hingga magrib.

Selain itu ternyata tidak hanya tubuh saja yang melakukan adaptasi, pada fase 10 hari pertama Ramadhan ini pikiran kita juga sedang berusaha melakukan beradaptasi atau penyesuaian dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk dapat menunaikannya. Oleh sebab itu pada 10 hari pertama Ramadhan ini Allah SWT memberikan keistimewaan dengan membukakan pintu rahmat yang sebesar-besarnya bagi hamba-Nya yang telah sabar dan ikhlas dalam menunaikan puasa selama 10 hari pertama dibulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Untuk itu jangan sampai kita melewatkan kesempatan mendapatkan rahmat dari Allah SWT selama 10 hari pertama Ramadhan dengan hanya berdiam diri tanpa melakukan aktifitas. Manfaatkanlah setiap hari dibulan Ramadhan sebagai ladang ibadah. Lakukanlah kebaikan sebanyak-banyaknya dengan memperbanyak tilawah Al Quran, berdoa, sholat shunah, beramal shaleh dan membantu orang lain. Selain itu bekerja, memperbanyak silahturahmi, serta menjaga hubungan baik juga merupakan sebuah ibadah. Semoga semua ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadhan diberkahi serta dirahmati Allah SWT.



10 Kedua :
Setelah berhasil melalui fase pertama yang sudah pasti cukup berat karena tubuh dan pikiran berusaha beradaptasi dengan kondisi saat puasa, maka 10 hari kedua Ramadhan ini mungkin akan terasa lebih ringan karena akhirnya tubuh sudah mulai terbiasa dengan aktivitas puasa yang menuntut seseorang untuk tidak makan dan minum dimulai sejak matahari terbit hingga saat matahari terbenam.

Untuk keutamaan 10 hari kedua Ramadhan seperti yang disebutkan didalam hadist Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dimana Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah dan akhirnya Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)”. Nah, pada fase kedua atau fase 10 hari kedua Ramadhan inilah Allah membukakan pintu magfirah atau ampunan yang seluas-luasnya.

Karenanya Jangan sampai kita melewatkan hari-hari penuh ampunan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT dengan sia-sia. Pada waktu-waktu inilah saat yang paling tepat untuk memperbanyak doa serta memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan di masa lalu agar diampuni dan dibebaskan dari hukuman.

Perbanyaklah melakukan sholat malam, berdoa dan berdzikir karena pada 10 hari kedua Ramadhan ini merupakan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT untuk mengurangi dosa-dosa yang telah kita perbuat. Dengan memohon ampunan dengan tulus dan bersungguh-sungguh serta bertobat dari hati yang terdalam Insya Allah pasti mendapatkan ampunan-Nya.


10 Terakhir

Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan kurang lebih sebagai berikut :

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” Muttafaqun ‘alaihi

Pertama : Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serius dalam melakukan amaliah ibadah lebih banyak dibanding hari-hari lainnya. Keseriusan dan peningkatan ibadah di sini tidak terbatas pada satu jenis ibadah tertentu saja, namun meliputi semua jenis ibadah baik shalat, tilawatul qur`an, dzikir, shadaqah, dll.

Kedua : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan istri-istri beliau agar mereka juga berjaga untuk melakukan shalat, dzikir, dan lainnya. Hal ini karena semangat besar beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam agar keluarganya juga dapat meraih keuntungan besar pada waktu-waktu utama tersebut. Sesungguhnya itu merupakan ghanimah yang tidak sepantasnya bagi seorang mukmin berakal untuk melewatkannya begitu saja.

Ketiga : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 Terakhir ini, demi beliau memutuskan diri dari berbagai aktivitas keduniaan, untuk beliau konstrasi ibadah dan merasakan lezatnya ibadah tersebut.
Keempat : Pada malam-malam 10 Terakhir inilah sangat besar kemungkinan salah satu di antaranya adalah malam Lailatur Qadar. Suatu malam penuh barakah yang lebih baik daripada seribu bulan.

Wednesday, 31 May 2017

Kesalahan Terbesar Kita Saat Memilih Takjil untuk Berbuka Puasa


Dalam hitungan jam, masyarakat Indonesia akan berbuka puasa. Apakah Anda salah satu yang sudah mulai menyiapkan untuk berbuka bersama keluarga dan sahabat? Bila ya, simak dulu artikel ini mengenai menu berbuka yang tepat.

Sebelumnya, dokter Samuel Oetoro, SpGK, seorang pakar gizi, telah berkata bahwa tidak makan atau minum selama 14 jam menyebabkan kadar gula menurun dan berpotensi dehidrasi juga. Dia juga telah menjelaskan menu sahur yang baik untuk mempersiapkan tubuh menghadapi puasa.

Nah, bagaimana dengan berbuka? Dia mengatakan, pada saat berbuka, kadar gula darah sudah rendah dan orangnya lemas sehingga harus segera dinaikkan. Makanya dikatakan berbukalah dengan yang manis.

Walaupun dokter Samuel setuju dengan ungkapan tersebut, tetapi dia merasa perlu menambahkan bahwa manis pun harus sehat. “Bukan dengan kolak, bukan dengan cendol, bukan dengan kelapa pakai sirup, atau teh manis.

Untuk itu, dia pun menyarankan untuk meminum jus atau sari buah sebagai takjil. Selain itu, Anda juga bisa memakan kurma jika tidak ingin meminum jus buah. Akan tetapi, pilihlah kurma yang masih segar dan berkulit keras.

Dokter Samuel menuturkan, kurma yang kulitnya keras kadar seratnya masih tinggi. Jadi, bukan glukosanya yang tinggi. Kalau kurmanya sudah lembek dan berair, itu kadar glukosanya yang butuh insulin untuk masuk ke dalam sel.

Setelah berbuka dengan yang manis dan sehat, Anda bisa melakukan shalat maghrib terlebih dahulu sebelum melanjutkan berbuka dengan makanan yang lebih berat.

Untuk menunya sendiri, dokter Samuel berkata bahwa berbuka harus sama komplitnya dengan sahur, yaitu mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak, dan serat.

Selesai makan, Anda bisa shalat tarawih, tetapi begitu kembali ke rumah harus makan lagi untuk persediaan besok hari. “Isinya apa? Sayur, buah, dan protein. Karbohidrat boleh, tetapi harus yang kompleks dan banyak seratnya juga,” ucapnya.

Tuesday, 30 May 2017

"Belum Terasa Berbuka Puasa jika Belum Menyantap Pempek..."


Pempek, makanan khas Palembang menjadi penganan yang paling dicari oleh warga Ogan Ilir, Sumatera Selatan di Pasar Bedug yang ada di Komplek Perumahan Persada Indralaya.

Seperti kebanyakan warga Sumsel, termasuk Ogan Ilir, kurang lengkap rasanya berbuka puasa jika tidak menyantap pempek.

Bahkan, menurut Firman, warga Indralaya, meskpun di meja sudah tersedia berbagai jenis makanan, tetap terasa kurang lengkap jika tidak ada pempek.

Oleh karena itu pempek tetap menjadi makanan yang diburu warga untuk berbuka puasa. “Kurang afdol rasanya berbuka jika tidak menyantap pempek, itu sudah menjadi tradisi orang Palembang termasuk kami di Indralaya,”

Di hari ketiga di bulan suci Ramadhan 1438 Hijriah tahun ini di Ogan Ilir mulai ramai dikunjungi warga. Warga datang untuk membeli makanan berbuka puasa yang memang banyak tersedia di lokasi tersebut.

Berbagai makanan dan minuman pembuka puasa tersedia dengan harga terjangkau. Ada cendol dan es buah yang dikemas dalam cangkir plastik. Ada juga es oyen yang saat ini lagi ngetrend di Ogan Ilir.

Selain minuman ada juga makanan khas Palembang seperti pempek, laksan termasuk bakso bakar. Tidak hanya makanan pembuka puasa, ada juga pedagang yang menjual lauk pauk untuk makan seperti sayur, ikan dan ayam goring.

Widya salah seorang warga mengaku tertarik membeli makanan pembuka puasa di Pasar Bedug karena senang suasana ramai.

Selain itu di Pasar Bedug, Widya bisa memilih makanan kesukaannya karena banyak tersedia. “Enaknya suasananya ramai dan banyak pilihan makanan,” kata Widya.

Pasar bedug di Komplek Persada Ogan Ilir, Sumatera Selatan ramai dikunjungi warga yang hendak mencari makanan berbuka puasa,keberadaan Pasar Bedug ini sudah memasuki tahun ketujuh. Tujuannya untuk membantu warga yang hendak mencari rezeki selama bulan Ramadhan.

“Pasar Bedug untuk membantu warga yang selama bulan Ramadhan ini tidak bisa berjualan di pagi hari. Kita sediakan tempat agar bisa berjualan makanan untuk berbuka puasa,” katanya.

Pasar Bedug akan berlangsung hingga menjelang hari raya Idul Fitri nanti.

Text Widget

Sample text

Ads 468x60px

Labels

Followers

Featured Posts

Find Us On Facebook

Semoga

Featured Video

Sponsor

Follow us

Video Of Day

Flickr Images

Popular posts

POPULAR POSTS