Friday, 28 October 2016

Taukah kalian siapa dia, SANG ICON PALEMBANG...


“Racun tikus, racun tikus....” Kalimat itu selalu kita dengar dijalan raya dengan tegas dan lantang melalui pengeras suara. Suara penyemangat dalam upaya mencari nafkah untuk kebutuhan hidup, sebagai pedagang alat pembasmi tikus, seperti racun, jebakan dan lem tikus, pak Raden Muhammad Dencik atau sering di sapa pak Den Sang Icon Palembang. Suami dari ibu Marfiah selalu menggunakan kendaraan roda empat untuk menjajakan dagangannya. Sepeda yang telah di modifikasi oleh pak Den juga di lengkapi alat pengeras suara dan aki sebagai aki sebagai sumber tenaga listrik.
Pak Den mengatakan, agar lebih meriah, sepeda dipasangi lampu sirene warna merah dan kuning. “di bagian belakang sepeda juga dilengkapi ban dan pelek sebagai cadangan. itu untuk antisipasi kalau ban pecah atau pelek bengkok”.ungkap pak Den.

Setiap memulai bekerja pak Den selalu Penampilan unik. Ia selalu memakai helm warna putih dengan tulisan RCN TKS (singkatan dari racun tikus), sepatu bot karet hitam, dan sarung tangan hitam dari penampilan unik inila yang menjadi daya tarik sehingga banyak masyarakat yang tertarik untuk membeli dagangannya.

Pak Den mengatakan ia mulai berjualan racun tikus sejak tahun 2006 di Pasar 16 Ilir. Saat itu ia berjalan kaki sambil menenteng pengeras suara. Tahun 2007 Pak Den bisa membeli sepeda dari hasil berjualan racun tikus. ”Kenapa saya memilih berjualan racun tikus? Karena di mana-mana pasti banyak tikus. Saya pernah berjualan permen di kereta api jurusan Lampung dan Lubuk Linggau, tetapi tidak sukses,” kata pak Den. Lelaki yang hanya tamatan sekolah dasar ini mengaku hasil penjualannya mencapai Rp 50.000-Rp 200.000 per hari, bahkan kadang mencapai Rp 500.000. Bagi dia, berjualan racun tikus dengan mengayuh sepeda juga bermanfaat bagi kesehatan. Hingga kini dirinya tak pernah sakit. Sejumlah perusahaan farmasi dan otomotif menawarinya jadi tenaga penjual, tetapi dia tetap pilih racun tikus.

Pak Den memiliki 3 orang anak yang pertama bernama RA Amina Zuria, yang kedua RM Mustofa , dan sibungsu RM Kasirun Nawal. Si bungsu RM Kasirun Nawal merupakan santri dari rumah tahfidz yatim dhuafa, yang insya Allah akan kita biayain pendidikan nya hingga ia pasca sarjana..

Insya Allah si bungsu akan membuat ayahnya bangga,ibunya bangga, orang tua asuhnya bangga serta indonesia akan bangga memilikimu nak...kejarlah cita-citamu nan hafidz aamiin allhuma aamiin

No comments:

Post a Comment

Text Widget

Sample text

Ads 468x60px

Labels

Followers

Featured Posts

Find Us On Facebook

Semoga

Featured Video

Sponsor

Follow us

Video Of Day

Flickr Images

Popular posts

POPULAR POSTS