Thursday, 7 September 2017

Mengintip Pabrik Mi Tradisional di Bantul

 Suasana proses pembuatan Mi Lethek cap Garuda di Dusun Bendo, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Bantul. Pabrik Mi Lethek berdiri sekitar tahun 1940 dan dikelola turun-temurun ini beroperasi secara tradisional serta proses pembuatan masih digerakkan oleh seekor sapi.
 
Suara kayu beradu sahut menyahut dengan lenguhan sapi yang menggerakkan batu alat giling di pabrik pembuatan mi tradisional, di Dusun Bendo, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Bantul.
Pabrik yang telah berdiri sejak 1940-an itulah, menjadi wadah bagi sekitar 20 warga Dusun Bendo, yang sebagian telah berumur di atas 50 tahun, menggantungkan hidupnya sebagai pembuat mi, yang dikenal sebagai mi lethek (lethek dalam bahasa Jawa berarti kusam).
Berada di tepian Sungai Progo, pabrik mi lethek ini hampir tidak menggunakan alat produksi modern. Semua peralatan menggunakan alat tradisional, seperti alat penggiling tepung berupa batu silinder seberat 1 ton yang ditarik menggunakan tenaga sapi, dan oven berbahan bakar kayu.
Perbedaan hanya terlihat pada penggunaan mesin pencetak mi menggunakan mesin. Yasir Ferry Ismatrada pemilik pabrik mengatakan, penggunaan mesin karena pekerja yang sudah berumur dan kecepatan proses pencetakan, dulu dibutuhkan delapan orang untuk pengerjaan manual, sekarang hanya butuh tiga orang dibantu dengan mesin pencetak.

Mi lethek terbuat dari bahan dasar tepung tapioka atau tepung singkong yang dicampur dengan gaplek Kedua bahan itu diaduk dengan menggunakan alat berbentuk silinder. Setelah bahan baku diaduk, dimasukkan ke tungku kukusan, lalu diaduk lagi untuk mengatur kadar airnya. Kemudian adonan tersebut dicetak dan dikukus lagi. Proses terakhir berupa pencetakan dan penjemuran mi hingga kering.

Pabrik yang dikelola turun-temurun ini beroperasi secara tradisional dengan menggunakan tenaga manusia yang berusia lanjut dan hanya mampu memproduksi mie sebanyak 10 ton setiap bulannya. Jumlah tersebut masih jauh dari permintaan, yang bahkan hingga kini terus meningkat. Namun, keberadaan pabrik yang masih tradisional tersebut, juga dinilai memiliki potensi sebagai obyek wisata baru.

Mi Garuda dijual dengan harga Rp 70.000 per lima kilogram dan dipasarkan di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Walaupun di pasaran harus bersaing dengan banyaknya mi yang diproduksi pabrik modern, mi lethek sebagai salah satu kekayaan kuliner di Nusantara tetap bertahan hingga sekarang dengan ciri khas rasa dan cara pembuatannya yang masih tradisional.

Thursday, 27 July 2017

Kisah Terbunuhnya Nabi Zakaria Dan Nabi Yahya


Nabi Zakaria as. Merupakan nabi Allah yang ke-22 dan diutus kepada Bani Israil agar mereka kembali ke jalan ketauhidan dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan dan kemusyrikan. Dalam usia yang sudah mencapai angka sembilan, Nabi Zakaria a.s. baru dikaruniai anak yang kemudian diberi nama Yahya a.s. Isteri Nabi Zakaria bernama Hana, ibu saudaranya Maryam yang dikemudian hari melahirkan Nabi Isa a.s. Sudah puluhan tahun sejak menikah dengan Hana, Nabi Zakaria menginginkan memiliki keturunan. Siang dan malam tiada henti-hentinya Zakaria a.s. memanjatkan doa dan permohonan kepada Allah agar dikurniai seorang putera yang akan dapat meneruskan tugasnya memimpin Bani Israil agar bisa kembali menapaki jalan ketahuidan. Zakaria cemas, jika tidak ada pewaris, maka Bani Israil akan kian menjadi kaum yang menyimpang dari jalan lurus, membuang Taurat Musa dan menggantinya dengan peraturan yang dibuatnya sendiri.

Tiap hari, Zakaria melakukan sembahyang di mihrab besar dan menjenguk Maryam, anak iparnya yang diserahkan kepada mihrab oleh ibunya sesuai dengan nadzarnya sewaktu ia masih dalam kandungan. Zakaria memang ditugaskan oleh para pengurus mihrab untuk mengawasi Maryam sejak ia diserahkan oleh ibunya. Tugas pengawasan atas diri Maryam diterima oleh Zakaria melalui musyawarah yang dilakukan oleh para pengurus mihrab di kala menerima bayi Maryam yang diserahkan pengawasannya. Dengan perlahan, setiap hari, Nabi Zakaria yang sudah lanjut usianya, kepalanyanya sudah dipenuhi uban dan tulangnya sudah tak lagi kokoh, jalannya pun sudah bungkuk, pergi ke mihrab. Dia sudah tidak kuasa lagi untuk berjalan lebih jauh, selain ke tempat ibadatnya untuk beribadat dan memberikan pelajaran. Di tempat beribadat itulah dia setiap hari menunaikan kewajibannya.

Setelah larut malam, dia pulang ke rumahnya mendapatkan isterinya, Hana. Isteri Zakaria juga sudah lanjut usia dengan keadaan fisik yang juga sama dengan suaminya. Hana tiap hari berjualan di sebuah kedai kecil yang sekadar bisa untuk menyambung hidup keluarganya. Jika ada keuntungan lebih, maka itu langsung disedekahkan kepada orang yang lebih memerlukannya. Bila selesai berjualan, dia pulang ke rumah dan tidak ada yang lain yang dikerjakannya, kecuali beribadah, memuji, dan mensyukuri nikmat

Allah yang telah diberikan pada hari itu. Walau sudah tua, keduanya tidak putus pengharapan agar dikaruniai anak. Namun sebagai manusia biasa, mereka juga sadar jika usia mereka yang sudah kepala sembilan sepertinya mustahil untuk bisa memperoleh keturunan. Hal ini sering membuat mereka gundah-gulana. Namun walau demikian, mereka tetap memanjatkan doa pengharapan kepada Allah agar diberi jalan untuk bisa memperoleh anak. Inilah keadaan yang menimpa kedua orang shalih tersebut.

Suatu hari, Zakaria masuk ke mihrabnya seperti biasanya. Dia lalu masuk ke mihrab Maryam, seorang gadis kecil yang berada di samping mihrabnya sendiri. Didapatinya Maryam sedang tenggelam dalam pemikirannya, asyik dengan sembahyangnya, sedang dihadapannya tersedia aneka buah-buahan lezat musim panas yang di saat itu tidak akan bisa ditemui karena saat tersebut sedang musim dingin. Melihat kejadian ini Zakaria merasa heran. Dari manakah asal buah-buahan tersebut, sedangkan peraturan yang ada tidak membolehkan seorang manusia pun selain dirinya yang boleh masuk ke mihrab Maryam.

Dengan perlahan Zakaria bertanya pada Maryam, "Wahai Mariam, dari manakah datangnya buah buahan itu?" Maryam dengan lembut dan penuh sopan santun menjawab, "Makanan ini dari Allah. Allah telah mengirimnya kepada saya tiap pagi dan tiap petang tanpa saya minta. Janganlah engkau terperanjat, bukankah Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki?" Zakaria terdiam dan semakin sayang pada gadis kecil itu. Dalam hatinya tertanam keyakinan kuat bawl suatu hari gadis tersebut akan menjadi seseorang yang tidak biasa dan dekat dengan Allah. Zakaria lalu menengadahkan kedua belah tangannya, berdoa ke hadhirat Allah dengan segenap jiwa raganya, "Ya, Allah! Janganlah aku Engkau biarkan seorang diri, Engkau sebaik baik Zat yang memberi turunan. Ya Tuhanku, telah lemah tulang belulangku dan telah penuh uban di kepalaku, dan bukanlah aku seorang sial dalam berdoa kepadaMu. Sesungguhnya aku cemas akan keadaan keluarga yang akan kutinggalkan. Beri jualah kepadaku akan karunia-Mu seorang yang akan menjadi penggantiku!" Tiba-tiba Zakaria dikejutkan oleh suara lembut dan penuh damai yang ada di dalam ruangan tersebut yang diyakininya merupakan malaikat Allah. "Ya, Zakaria! Allah akan memberimu seorang anak keturunan yang bernama Yahya.

Belum ada manusia sebelumnya yang bernama Yahya." Suara itu begitu jelas terdengar. Walau hatinya diliputi kebahagiaan yang teramat sangat, namun Zakaria juga bingung karena dirinya dan isterinya sudah sangat tua. Menyadari hal tersebut suara itu terdengar kembali, "Janganlah cemas, bukankah Allah yang menjadikanmu, sedangkan sebelumnya kamu tidak ada? Dan Tuhan itu pulalah yang akan memberi engkau seorang anak." Walau sangat berbahagia, namun Zakaria masih belum yakin sepenuhnya. Orang tua itu lalu meminta tanda yang bisa memperkuat keyakinannya. Akhirnya Allah menyatakan jika Zakaria tidak akan bisa mengeluarkan suaranya selama tiga hari dan hanya bisa menggunakan bahasa isyarat sebagai tanda kebenaran-Nya. Hal ini benar terjadi dan tenanglah hati Zakaria. Tidak lama kemudian, isterinya yang sudah tua itu, lalu mengandung dan akhirnya melahirkan seorang anak yang suci dan mulia, serta diberi nama Yahya, seperti yang telah ditentukan Allah. Yahya tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, kuat, dan shalih.
Walau masih muda belia, Yahya telah mampu menghafal isi kitab suci Taurat, paham dengan segala hal yang pelik, dan bijaksana. Sebab itu Yahya kemudian diangkat menjadi penengah jika ada soal-soal yang sulit untuk dipecahkan. Dia menjadi hakim yang adil. Dengan penuh keberanian, Yahya memutuskan segala perkara dengan adil, dan tidak gentar menghukum yang salah. Tidak seorang juga yang berani menentang kata dan melanggar aturan yang ditetapkannya.

Herodes dan Herodia
Suatu hari, Yahya mendengar Raja Herodes jatuh cinta dan akan menikahi Herodia, seorang gadis cantik yang masih berkerabat dekat dengannya. Menurut Taurat Musa yang juga dibenarkan oleh kitab suci al-Qur’an beberapa abad kemudian, antara Herodes dengan Herodia haram terikat tali pernikahan karena masih sedarah. Namun Herodes tidak mengindahkan Taurat dan tetap bersikeras akan mengawini Herodia. Herodia pun agaknya suka kepada Herodes.

Mendengar hal itu, Yahya dengan penuh keberanian menyatakan bahwa perkawinan Raja Herodes dengan Herodia tidak dibenarkan oleh agama ketika itu dan bertentangan dengan Taurat. "Demi Allah, perkawinan itu tidak akan pernah saya akui dan saya akan tentang sekeras-kerasnya!" ujar Yahya. Ada beberapa versi mengenai hubungan kekerabatan antara Herodes dengan Herodia. Menurut Abdullah bin Zubair, Herodia atau Harduba itu adalah anak Herodes itu sendiri. Sedang menurut as-Suddy, gadis itu adalah anak isterinya (anak tirinya) sendiri. Sedang menurut Ibnu Abbas, gadis itu adalah anak dan saudara lelaki dan Herodes sendiri. Hukum Taurat sama dengan hukum al-Quran yang sekarang ini, bahwa hal itu merupakan terlarang untuk pernikahan.

Keputusan Yahya membuat Herodia bersedih. Dia sudah bermimpi akan menjadi permaisuri yang disanjung-sanjung. Akhirnya timbul niat jahat dalam dirinya untuk merayu Yahya dan berbuat maksiat dengannya, agar nanti jika hal itu sudah terlaksana, Herodia mendapat alasan jika Yahya menyukai dirinya sebab itu melarang dirinya menikahi Herodes.

Namun Yahya tidak bergeming sedikit pun. Dia malah mengusir Herodia yang sudah merayunya dengan segala cara. Kepada Herodia, Yahya mengatakan jika Taurat menyatakan bahwa orang yang melakukan zina akan disiksa di hari kiamat dan berbau lebih busuk daripada bangkai. Mendengar hal itu Herodia marah dan malu. Semua lelaki di wilayah kerajaan sangat menginginkan dirinya, tetapi Yahya dengan tegas menolaknya mentah-mentah. Gagal merayu Yahya untuk berbuat zinah, akhirnya Herodia mendatangi Herodes dan berkata, "Jika engkau sungguh-sungguh cinta padaku, aku ingin satu bukti: Bunuhlah Yahya bin Zakaria!"

Herodes merupakan anak dari The Great Herodes yang berkuasa sebelumnya. The Great Herodes merupakan raja lalim yang telah membunuh ratusan nabi dan orang-orang shalih di negerinya. Tidak heran jika anaknya, Herodes, mempunyai perangi yang sama dengan ayahnya. Atas perintahnya, Yahya kemudian ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Herodia belum puas dan ingin melihat Yahya mati dengan cara yang mengenaskan. Akhirnya Herodes yang memiliki para penasehat kerajaan dari Imam-Imam Yahudi-Kabbalis, mengambil keputusan untuk memenggal leher Yahya. Kepala Yahya a.s. yang telah pisah dengan tubuhnya diletakkan di sebuah nampan dan dipersembahkan kepada Herodia. Melihat hal itu barulah Herodia puas dan tersenyum lebar.

Nabi Zakaria pun Dibunuh
Mendengar kematian anaknya yang sangat disayang, Nabi Zakaria a.s. sangat bersedih hati. Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain memanjatkan doa kepada Allah. Tidak lama kemudian Zakaria mendengar bahwa tentara Herodes akan membunuhnya pula. Dengan sisa tenaga yang masih ada, Zakaria melarikan diri. Usianya yang sudah sangat lanjut menyebabkan dia tidak bisa lagi berlari jauh. Zakaria lalu bersembunyi di sebuah pokok pohon besar di sebuah klebun di dekat kota Yerusalem. Konon, saat Zakaria masuk ke dalam kebun, sebuah pohon yang teramat besar membuka dirinya dan mempersilakan Zakaria masuk ke dalamnya untuk bersembunyi. Tentara Herodes yang mengejar Zakaria mengepung rapat kebun tersebut.

Mereka memilah pokok-pokok pohon untuk mencari Zakaria, namun setelah lama mencari, Zakaria tidak ditemukan juga. Tentara Herodes lalu menyampaikan berita kepada rajanya bahwa Zakaria bagaikan hilang ditelan bumi di sebuah kebun dekat Yerusalem. Raja Herodes segera memanggil para Imam dan pendeta Yahudi-Kabbalah dan menyampaikan kejadian tersebut. Para Imam dan Pendeta Yahudi tersebut lalu meminta tolong kepada iblis lewat suatu ritual agar memberitahukan tempat persembunyian Zakaria. Atas pertolongan iblis inilah, maka tentaranya Herodes mengetahui jika Zakaria bersembunyi di dalam sebuah pohon yang paling besar. Mereka segera menemukan pohon yang paling besar dan membelahnya menjadi bagian-bagian kecil. Nabi Zakaria yang berada di dalamnya pun menemui ajal dengan kondisi yang amat mengenaskan.

Hukuman Dari Allah
Dengan kematian Nabi Yahya dan Nabi Zakaria, Allah kemudian menimpakan bencana demi bencana kepada Bani Israil yang terus-menerus melakukan kemaksiatan dan kezaliman di muka bumi. Bencana tersebut antara lain adalah serangan besar tentara Nebukadnezar dari Babylonia dan serangan dari Titus (Roma) yang menghancurkan kerajaan Herodes.

Alah berfirman dalam kitab suci al-Qur’an surat Al-Israa, ayat 48: "Dan Kami (Allah) putuskan (takdirkan) bagi Bani Israil dalam Kitab itu: Sesungguhnya kamu akan mengadakan kerusakan di bumi dua kali (berulang ulang), dan sesungguhnya kamu akan sombong dengan sebesar-besar kesombongan. Maka apabila datang perjanjian yang pertama dari yang dua itu, kami utus untuk menunjuki kamu, hamba hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang sangat, lalu mereka bersimaharajalela di seluruh negeri, dan adalah perjanjian itu sudah dilakukan. Kemudian Kami kembalikan kepada kamu kekuasaan atas mereka dan Kami beri kepada kamu harta dan anak, serta Kami jadikan kamu menjadi bilangan yang banyak (kembali).

Jika kamu berbuat kebajikan, berarti kamu berbuat kebajikan bagi dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat kejahatan, bererti kamu berbuat kejahatan bagi dirimu. Maka apabila datang perjanjian yang akhir (Kami utus mereka) supaya mereka membusukkan akan muka muka kamu (merusak dan mengalahkan kamu), dan supaya mereka masuk ke dalam Masjid (maksudnya Baitul Maqdis), sebagaimana mereka sudah masuk ke dalamnya pertama kali, dan supaya mereka binasakan kamu selagi mereka berkuasa. Mudah mudahan Tuhan kamu mengasihi kamu, dan jika kamu kembali, Kami akan kembali (menyiksamu), dan Kami jadikan Jahanam bagi orang orang kafir sebagai kurungan."

Mengapa sebelum diminum air harus di MASAK terlebih dahulu


Mengkonsumsi air tiap hari akan memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh kita. Tak hanya air dingin saja yang selama ini kita konsumsi selalu memberikan manfaat, tapi juga air yang direbus hingga mendidih pun ternyata memiliki manfaat yang sangat luar biasa.

Membunuh virus penyakit
Mengonsumsi air yang direbus hingga mendidih menjadi saran yang umum diberikan ketika Anda menderita penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit seperti demam, batuk, pilek, dan flu mampu disembuhkan dengan mengonsumsi air hangat yang direbus. Sebab air ini mampu membunuh virus penyakit dan membuat tubuh Anda terasa lebih nyaman.
Menyehatkan pencernaan
Minum segelas air hangat yang sebelumnya telah direbus hingga mendidih setiap pagi adalah cara yang sehat untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Sebab air ini mampu membersihkan perut Anda dari sisa makanan, mengeluarkan racun, dan bahkan mengurangi berat badan Anda.

Melegakan tenggorokan
Tenggorokan sedang tersumbat? Cobalah untuk menghirup uap panas dari air yang direbus mendidih. Uap panas ini akan membuat tenggorokan Anda lebih lega serta mampu membunuh bakteri penyebab penyakit.

Meningkatkan kesehatan secara keseluruhan
Sebenarnya minum air rebusan sangat disarankan daripada minum air mineral kemasan. Sebab kematangan air lebih terjamin. Selain itu air yang Anda konsumsi tidak terkontaminasi dengan kemasan plastik tersebut.

Nah, sekarang anda sudah tahu bahwa mengkonsumsi air hangat yang dimasak hingga mendidih manfaatnya sangat baik bagi kesehatan tubuh. Selain itu, juga dapat menghindarkan anda dari penyakit kembung dan gangguan pencernaan ringan lainnya.

Tuesday, 18 July 2017

Mengapa Aplikasi "TELEGRAM" Disukai Teroris?


 “Privasi pada akhirnya lebih penting ketimbang ketakutan kita akan hal buruk yang bisa terjadi, seperti terorisme,” begitu kata Pavel Durov, pendiri sekaligus CEO layanan pesan Instan Telegram, ketika berbicara dalam acara TechCrunch Disrupt, September 2015 lalu.

Dia menanggapi pertanyaan dari audiens, soal teroris yang gemar memakai Telegram untuk berkomunikasi dan mengoordinir aksi teror lewat aplikasi pesan instan tersebut. Telegram dipandang “aman” lantaran obrolan para penggunanya tak bisa disadap.

Durov sendiri ketika itu sudah tahu bahwa ada aktivitas grup teroris negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Telegram. Tapi dia bersikeras menjunjung tinggi faktor keamanan privasi yang memang sudah lekat dan menjadi ciri khas Telegram semenjak dirilis empat tahun lalu.

“Kami tak harus merasa bersalah. Kami melakukan hal yang benar, yakni melindungi privasi pengguna,” imbuh Durov.


Entah ada kaitannya atau tidak, hanya dalam waktu sebulan setelah Durov menyampaikan statement, pada Oktober 2015, jumlah follower channel Telegram yang dioperasikan oleh ISIS tercatat naik dua kali lipat menjadi 9.000 pengguna.

Layanan chatting ini kemudian berulang kali dipakai sebagai medium komunikasi dan koordinasi para pelaku terorisme dalam melancarkan aksinya di berbagai belahan dunia.

Telegram, antara lain, digunakan untuk berkomunikasi oleh pelaku serangan di Paris pada 2015, serangan malam tahun baru 2017 di Turki, dan serangan di St. Petersburg pada April 2017.

Di Indonesia, sejumlah tersangka terorisme yang ditangkap pada Desember 2016 mengaku belajar membuat bom dengan mengikuti arahan lewat Telegram.

Telegram dan Teroris

Sebuah studi yang dirilis beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa Telegram menjadi platform komunikasi pilihan untuk para pelaku terorisme, seperti grup ISIS dan Al-Qaeda. Tetapi ada apa di balik kesukaan mereka terhadap Telegram?

Semenjak awal, Layanan chatting tersebut diketahui selalu mengedepankan diri sebagai platform messaging yang aman dari intipan pihak lain. Fiturnya dalam hal ini termasuk enkripsi end-to-end yang mencegah pesan dicegat dan dibaca, kecuali oleh pengirim dan penerima.

Keunikan Telegram dalam hal privasi dan sekuriti membuatnya berhasil merengkuh hingga 100 juta pengguna pada 2016. Namun, Jade Parker, peneliti senior dari grup riset TAPSTRI yang berfokus pada penggunaan internet oleh teroris, mengungkapkan bahwa enkripsi penjamin kerahasiaan bukanlah satu-satunya faktor yang menarik teroris ke platform Telegram.

Enkripsi telah ikut diterapkan penyedia layanan sejenis seperti WhatsApp, namun Telegram masih berada selangkah di depan karena menyediakan berbagai fasilitas lain untuk memudahkan komunikasi, baik yang bersifat rahasia ataupun terbuka, dari individu ke individu ataupun menarget kalangan yang lebih luas.

Channels di Telegram misalnya, bersifat terbuka untuk publik dan bebas diikuti oleh pengguna lain (follower). Karena itu pula, channels sering digunakan oleh teroris sebagai sarana untuk menyebar propaganda, dengan cara broadcast konten. Ada juga groups, private message, dan Secret Chat.

Fitur yang disebut terakhir ini terbilang istimewa karena menerapkan enkripsi client-to-client. Semua pesan yang terkirim dienkripsi dengan protokol MTProto.

Berbeda dari pesan biasa di Telegram yang bisa diakses dari berbagai perangkat karena berbasis cloud, pesan Secret Chat hanya bisa diakses melalui dua perangkat, yakni perangkat pengirim yang menginisiasi percakapan dan perangkat penerima.

Isi percakapan bisa dihapus kapan pun, atau diatur agar terhapus secara otomatis.

Kombinasi beberapa fasilitas berbeda ini, menurut Parker, memudahkan grup teroris seperti ISIS dalam memakai Telegram sebagai “pusat komando dan kendali”.

Seorang teroris, misalnya, bisa memperoleh video sebuah serangan teror lewat Secret Chat, lalu menyebarkannya ke follower di Channel sebagai propaganda.

“Mereka berkumpul di Telegram, lalu pergi ke platform lain yang berbeda-beda. Informasinya dimulai di Telegram, lalu menyebar ke Twitter dan Facebook,” ujar Parker, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Vox, Sabtu (15/7/2017).

Gampang masuk, susah keluar

Meski menerapkan keamanan ketat dalam hal privasi, bergabung dengan Telegram relatif gampang. Pengguna cukup menyediakan nomor ponsel untuk menerima kode akses, yang kemudian dipakai untuk membuka akun

Founder Telegram Pavel Durov (Techcrunch)

Pakar kontra terorisme, Ahmet S. Yayla dari George Mason University menyebutkan bahwa teroris biasanya memakai satu nomor telepon untuk aktivasi, tapi justru memakai nomor lain ketika menggunakan Telegram

“Kartu SIM yang Anda pakai untuk membuka akun Telegram tak harus sama dengan kartu SIM yang Anda pakai di telepon untuk mengakses aplikasi,” ujar Yayla.

Dengan demikian, bukan hanya teroris jadi lebih sulit dilacak oleh pihak kepolisian, tetapi mereka juga bisa dengan mudah membuat akun baru, begitu yang lama terendus pihak berwajib.

Selain gampang masuk, teroris pun sulit dikeluarkan dari Telegram.

Menurut Todd Helmus, pakar terorisme dan media sosial dari RAND Corporation, dua tahun lalu, platform medsos favorit ISIS bukanlah Telegram, melainkan Twitter. Namun kemudian Twitter bersama platform mainstream lain seperti Facebook dan Instagram berupaya memburu dan menutup akun-akun teroris di jejaring masing-masing.

Twitter misalnya, pada Maret lalu mengumumkan telah menutup 636.248 akun yang terindikasi mempromosikan kegiatan teror sejak 2015. Teroris pun menjadi lebih sulit bergerilya di jejaring-jejaring sosial itu.

Lalu mereka beralih ke Telegram. Sejak 2015, sudah terjadi eksodus teroris yang berbondong-bondong pindah ke layanan tersebut lantaran tergoda dengan privasi tingkat tinggi yang ditawarkan.

“Kami melihat tren yang jelas dari pertumbuhan angka pemakaian Telegram oleh hampir semua grup teror di seluruh dunia,” ujar Gabriel Weimann, prosesor dari University of Haifa yang mengamati ekstrimisme online.

Dihinggapi teroris, Telegram sendiri bukannya tinggal diam. Pengelola aplikasi pesan instan ini menutup 78 Channel yang terkait ISIS pada November 2015, menyusul serangan teror di Paris, Perancis. Lalu ada ratusan kanal lain yang diblokir setelahnya.

Namun upaya Telegram terkesan tidak maksimal dibandingkan jejaring-jejaring sosial di atas, karena Telegram sulit menyasar akun pribadi. Kalaupun akun seorang teroris ditutup, dia bisa dengan mudah membuat akun baru lantaran mudahnya prosedur membuka akun di Telegram.

Begitu pula dengan penutupan Channel terkait terorisme yang dinilai kurang efektif. “Anda bisa membuat Channel baru dalam 30 detik,” kata Yayla.

“Jadi sekarang, alih-alih hanya membuka tiga Channel, ISIS membuka 50 Channel untuk menyebarkan propaganda,” lanjut dia. “Menutup Channel tidak mengurangi aktivitas mereka.”.

Blokir bukan solusi?

Akhir pekan ini, Pemerintah Indonesia mengumumkan rencana memblokir Telegram dengan alasan menemukan konten bermuatan radikalisme dan terorisme.  Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangarepan, menyoroti fitur Channel di aplikasi chatting itu.

“Pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia,” tutur Semuel dalam keterangan tertulis yang dilayangkan kepada KompasTekno.

Rencana pemblokiran di Indonesia memancing reaksi dari Durov, sang CEO Telegram. Durov mengaku bingung karena sebelumnya tak pernah menerima permintaan atau keluhan apa pun dari pemerintah Indonesia.

Pada Juni lalu, Rusia, negara asal Durov, juga sempat mengancam bakal memblokir Telegram setelah mengetahui bahwa aplikasi chatting tersebut dipakai berkomunikasi oleh para pelaku pengeboman di kota Saint Petersburg, awal April 2017, yang menewaskan 15 orang korban.

Telegram kemudian mendaftarkan diri sebagai entitas penyedia informasi digital di Rusia, sesuai permintaan pemerintah kalau tidak mau diblokir di negeri tersebut. Kendati demikian, Durov menekankan pihaknya tetap tidak akan membocorkan informasi pribadi pengguna Telegram. Privasi tetap menjadi prioritas utama.

Seandainya diblokir, apakah penutupan Telegram bakal efektif mengurangi kegiatan terorisme? Durov mengatakan bahwa, kalaupun itu terjadi, para teroris cukup berganti platform untuk mengakali pemblokiran.

Parker mengutarakan pendapat senada. “Dengan menutup Telegram, cuma akan membuat ISIS berpindah ke platform lain,” katanya. Bahkan, dia mengatakan para pelaku terorisme telah mulai mencari alternatif lain karena Telegram belakangan banyak mendapat sorotan.

Mungkin memang bukan mediumnya yang menjadi masalah, karena toh ada banyak medium serupa. Yang lebih penting, bagaimana caranya mencegah medium apa pun disalahgunakan oleh sebagian pihak.

Monday, 17 July 2017

Tahukah Anda Asal Muasal & Penemu Ponsel (HP)



Telefon seluler atau yang seringkali juga disebut sebagai ponsel sudah sejak lama menemani hari-hari para penggunanya untuk memenuhi kebutuhan berkomunikasi. Namun, tahukah Anda bagaimana asal usul dan siapa penemu ponsel tersebut?

Adalah Martin Cooper , seorang karyawan Motorola yang berhasil mengembangkan perangkat ponsel pada 3 April 1973. Bersamaan dengan mimpinya yang ingin menghadirkan sebuah alat komunikasi berukuran kecil dan mudah dibawa ke mana saja, Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana dapat memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut. Namun akhirnya, mimpi itu menjadi kenyataan dengan terciptanya sebuah ponsel dengan bobot seberat dua kilogram. Di mana, Motorola DynaTAC menjadi tonggak kelahiran ponsel dalam sejarah dunia.

DynaTAC sendiri diketahui memiliki ukuran 9 inci yang terdiri dari 30 papan sirkuit dan dapat melakukan panggilan kurang dari 30 menit dengan melakukan pengisian daya 10 jam. Agar dapat diproduksi, Motorola kala itu harus merogoh kocek hingga USD1 juta.

“Model ponsel pertama kala itu berbobot lebih dari satu kilogram. Di mana, Anda hanya dapat melakukan panggilan telefon selama 20 menit sebelum baterai habis. Oh, satu lagi Anda juga tidak dapat memegang ponsel itu dalam waktu yang lama,” ujar Cooper dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari The Telegraph.

Dilansir dari berbagai sumber, Martin Cooper memasuki dunia kerja untuk kali pertamanya dengan memasuki jajaran Reserve Officer Training Corps dalam Angkatan Laut (AL) di Amerika Serikat (AS). Pria yang mengantongi gelar sarjana di bidang Electrical Engineering pada 1950 ini bertugas di sebuah kapal perusak AL AS selama Perang Korea berlangsung.

Tak lama setelah perang usai, Cooper banting setir ke Teletype, sebuah anak perusahaan dari Western Electric. Di sinilah, ia mulai menyelami seluk beluk dunia telekomunikasi.

Akan tetapi, ia kemudian pindah ke Motorola pada 1954. Dengan gigih sembari bekerja di sana, Cooper meneruskan studi ke jenjang S-2 di malam harinya. Akhirnya, lelaki yang lahir pada 28 Desember 1958 di Chicago, Illinois, AS ini berhasil menyabet gelar Magister dalam bidang rekayasa elektronika dari Illinois Institute of Technology pada 1957.

Berbekal ilmu pengetahuan yang mumpuni, ia pun secara perlahan mulai mengubah lembaran teknologi informasi yang sebelumnya terbatas untuk digunkan dalam satu bangunan tunggal menjadi semakin luas. Di mana, Cooper berperan dalam membantu memperbaiki kecacatan dalam kristal Motorola yang dibuat untuk radio pada 1960 silam.

Di tahun yang sama, John F. Mitchell yang menjabat sebagai kepala insinyur proyek telekomunikasi portable Motorola memberinya tanggung jawab untuk ditugaskan di divisi telefon mobil (Carphone). Alasannya Mitchell dan Cooper kala itu membayangkan sebuah perangkat komunikasi yang tidak hanya terpaku di dalam mobil saja, tetapi dapat dibawa kemana saja dalam ukuran kecil.

Setelah membutuhkan 90 hari pengerjaan, Cooper dan timnya serta Mitchell akhirnya mematenkan penemuan “Radio Telephone System” pada 17 Oktober 1973 dengan nomor paten 3906166 yang kemudian disetujui pada September 1975 atas nama mereka.

Cooper menjadi orang pertama yang berhasil melakukan penggilan telefon melalui ponsel. Tak ingin melewatkan peristiwa bersejarah ini, para wartawan dan banyak orang lalu lalang di jalanan kota New York, AS menyaksikan panggilan pertamanya tersebut yang ditujukan kepada Dr. Joel S. Engel, kepala riset Bell Labs.

“Joel, aku menelefonmu dari telefon seluler yang ‘sesungguhnya’. Telefon genggam yang bisa dibawa kemana saja,” begitu bunyi kalimat pertama yang Cooper ucapkan di ujung telefon.

Rupanya, panggilan pertama ini menandakan awal mulanya perkembangan fundamental dunia teknologi. Era di mana memungkinkan seseorang dapat berkomunikasi langsung dengan orang lain kapan pun dan di mana pun ia berada.

Wednesday, 5 July 2017

Unik, Kadal Ini Tampak Berpakaian Seperti Spiderman


Dilihat sepintas, warna tubuh kadal ini mengingatkan kita pada Spiderman. Foto kadal unik ini diambil oleh pensiunan geografi dan biologi Jennifer Gold (64) dalam perjalanannya di Kenya.

Gold menjelaskan kalau waktu itu, ia baru saja melalui perjalanan panjang selama tujuh jam di jalanan kasar. Kemudian saat ia dan rombongannya tengah menunggu izin masuk di depan Mara Conservancy, kadal itu terlihat tak jauh di dekat mobil mereka.

"Saya melihat kadal berwarna cerah dan seperti Spiderman itu di dekat mobil. Kami cuma menunggu sekitar lima menit. Untung saya sempat mengambil fotonya.

Gold kemudian diberitahu oleh pemandu setempat kalau sikap kadal yang tampak gagah dan berwarna begitu terang adalah upayanya untuk mencoba menarik perhatian kadal betina. Pose tersebut juga merupakan bagian dari ritual kawin.

Friday, 30 June 2017

Kue Kering Berbentuk Unik yang Sayang untuk Dikunyah

Kalau bisa diawetkan, lebih baik kue keringnya diawetkan saja

Kue kering biasanya dibuat untuk dimakan. Tapi ada pembuat kue kering yang sepertinya berharap kalau kuenya tidak dimakan. Cukup dibeli, difoto dan diunggah ke Instagram, lalu entah dikemanakan yang penting tidak dimakan. Kalau bisa memilih, mungkin akan lebih baik diawetkan. Kok bisa begitu? Bisa! Nih Bintang.com bakal kasih lihat beberapa kue yang macam itu. Cekidot!

Kue Kering

 






Nah, maukah kamu memakan kue-kue kering di atas? :3

Text Widget

Sample text

Ads 468x60px

Labels

Followers

Featured Posts

Find Us On Facebook

Semoga

Featured Video

Sponsor

Follow us

Video Of Day

Flickr Images

Popular posts

POPULAR POSTS